Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

225. وُصُولُكَ إِلَى اللهِ وُصُولُكَ إِلَى الْعِلْمِ بِهِ، وَإِلاَّ فَجَلَّ رَبُّنَا أَنْ يَتَّصِلَ بِهِ شَيْءٌ أَوْ يَتَّصِلَ هُوَ بِشَيْءٍ.

Sampaimu kepada Allah itu ialah sampaimu kepada ilmu yakin, atau ma’rifatmu yang sempurna terhadap Allah, (sehingga bagaikan melihat : Ka annakatarahu : Seolah-olah engkau melihat

kepada Allah). Kalau tidak demikian, maka maha suci (maha agung) Allah untuk disambung oleh sesuatu atau bersambung dengan sesuatu. Karena soal sampai kepada Allah itu berbeda antara semua orang yang sampai, sebab iman itu suatu kurnia Allah yang tidak dapat dicapai oleh apapun juga, dan itu pertama jalan untuk sampai kepada yakin yang bernama ilmul yagin, ‘ainul-yaqin dan haqqul-yaqin. Maka apabila seorang telah beriman dan tiada ragu, dan makin hari makın bertambah kuat/tebal inannya hingga berupa keyakinan, maka di saat itulah manusia berarti telah sampai kepada Tuhan Allah swt.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

216. كَمَا لاَ يُحِبُّ الْعَمَلَ الْمُشْتَرَكَ، كَذٰلِكَ لاَ يُحِبُّ الْقَلْبَ الْمُشْتَرِكَ، الْعَمَلُ الْمُشْتَرَكُ لاَ يَقْبَلُهُ، وَالْقَلْبُ الْمُشْتَرِكُ لاَ يُقْبِلُ عَلَيْهِ.

Sebagaimana Allah tidak menerima amal yang dipersekutu- kan dengan lainNya, demikian pula Allah tidak suka pada hati yang bersekutu. Amal perbuatan yang dipersekutukan kepada suatu selain Allah tidak akan diterima oleh Allah, dan hati yang bersekutu tidak menghadap kepadaNya (Allah). Amal perbuatan yang bersekutu ialah riya', sum'ah dan yang dibuat- buat, dan hati yang bersekutu yaitu yang masih merasa cinta kepada lain Allah dan mengharap atau takut atau menyandar kepada lain Allah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

270. رُبَّ عُمْرٍ اتَّسَعَتْ آمَادُهُ وَقَلَّتْ أَمْدَادُهُ، وَرُبَّ عُمْرٍ قَلَّتْ آمَادُهُ وَكَثُرَتْ أَمْدَادُهُ.

Adakalanya umur (usia) itu lanjut (panjang) masanya tetapı sedikit manfaatnya, dan adakalanya umur itu pendek (singkat) masanya, tetapi banyak (besar) manfaatnya. (Yakni : Kurnia yang didapatnya dari Allah banyak).

Hikam Ibnu 'Atoillah

061. لاَ عَمَلَ أَرْجَى لِلْقَبُولِ مِنْ عَمَلٍ يَغِيبُ عَنْكَ شُهُودُهُ وَيَحْتَقِرُ عِنْدَكَ وُجُودُهُ.

Tiada suatu amal kebaikan yang dapat diharapkan diterima oleh Allah, melebihi dari amal yang terlupa olehmu adanya dan remeh/kecil dalam pandanganmu kejadiannya. Amal kebaikan yang pasti diterima oleh Allah, yaitu jika merasa bahwa amal itu semata-mata terjadi karena taufiq hidayah dari Allah, kemudian ia tidak berbangga dengan amal itu, dan tidak merasa seolah- olah sudah cukup baik dengan adanya amal itu. Karena amal itu telah ditujukan kepada keridhaan Allah, maka tidak usah diingat-ingat lagi. Sebab siapa yang merasa sudah beramal, jarang sekali yang tidak merasa ujub/bangga dengan amalnya itu. Dan itu suatu bahaya bagi amal itu.

Disalin