Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

125. إِنَّمَا يَسْتَوْحِشُ الْعُبَّادُ وَالزُّهَّادُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ لِغَيْبَتِهِمْ عَنِ اللهِ فِي كُلِّ شَيْءٍ، فَلَوْ شَهِدُوهُ فِي كُلِّ شَيْءٍ لَمْ يَسْتَوْحِشُوا مِنْ شَيْءٍ.

Sesungguhnya yang menyebabkan kerisauan hatı (perasaan) orang-orang ahli ibadat dan zahid dari segala sesuatu itu, disebabkan karena mereka masih terhijab/tidak melihat Allah dalam apa yang mereka lihat itu, tetapi andaikan mereka telah melihat Allah dalam

tiap sesuatu, pasti tidak akan risau dari (terhadap) segala sesuatu. Ahli ibadat ialah mereka yang bertagarrub (mendekat) kepada Allah dengan berbagai amal ibadat. Sedang orang zahid ialah orang yang ber- tagarrub kepada Allah dengan jalan tawakkal (menyerah). Kedua-dua golongan ini selalu ingin menjauh dari sesama makhluk, disebabkan mereka merasa bahwa makhluk itu hanya sebagai perintang dan merepot- kan mereka, sehingga tidak dapat khusu’ tetap tagarrun kepada Allah. Tetapi sekiranya mereka lebih mendalam ma’rifat terhadap Allah, tentu mereka tiak dapat terhalang oleh sesuatu apapun, sebab Allah berada pada segala sesuatu, maka tidak ada sesuatu yang melupakan dari Allah, bahkan sebaliknya mengingatkan kebesaran kekuasaan Allah ta’ala.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

230. كَيْفَ يَحْتَجِبُ الْحَقُّ بِشَيْءٍ، وَالَّذِي يَحْتَجِبُ بِهِ هُوَ فِيهِ ظَاهِرٌ وَمَوْجُودٌ حَاضِرٌ.

Bagaimanakah Allah akan dapat terhijab dengan sesuatu, padahal yang digunakan hijab itu, juga Allah jelas ada padanya, dan tetap hadir. Bagaimanakah Allah akan terhijab dengan sesuatu, padahal sesuatu yang terlihat itu semata-mata nur Ilahi, dan pada segala tempat Allah berada dan hadir, tidak pernah ghaib. Karena itu disebut dalam hadits qudsy : Hijab Allah ialah nur yang apabila dibuka niscaya dapat membakar apa saja yang diperlihatkannya, jangankan manusia akan dapat bertahan sedang bukit hancur, dan Nabi Musa aya Nabi mka pingsan sebelum melihat langsung. Demikianlah rahmat Allah menjaga hamba-hamba-Nya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

127. عَلِمَ مِنْكَ أَنَّكَ لاَ تَصْبِرُ عَنْهُ، فَأَشْهَدَكَ مَا يَتَرَأَّى مِنْهُ.

Allah telah mengetahui, bahwa engkau tidak sabar jika tidak melihat kepada Allah, maka Allah memperlihatkan kepadamu apa- apa yang asli buatan Allah. Kerinduan yang berupa ingin melihat kepada Allah itu, termasuk kurnia yang besar dari Allah, dan ini termasuk magam ihsan, maka terhadap orang-orang yang telah sampai ke magam ini, Allah menganjurkan sabar melihat buatan-buatan Allah lebih dahulu untuk diperlihatkan dzat Allah di akherat.

Disalin