Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

081. إِنَّمَا جَعَلَ الدَّارَ الْآخِرَةَ مَحَلاًّ لِجَزَاءِ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ، لِأَنَّ هٰذِهِ الدَّارَ لاَ تَسَعُ مَا يُرِيدُ أَنْ يُعْطِيَهُمْ، وَلِأَنَّهُ أَجَلَّ أَقْدَارَهُمْ عَنْ أَنْ يُجَازِيَهُمْ فِي دَارٍ لاَ بَقَاءَ لَهَا.

Sesungguhnya Allah menjadikan akherat untuk tempat pembalasan bagi hamba yang mukmin, sebab dunia ini tidak cukup untuk tempat apa yang akan diberikan kepada mereka, juga karena Allah sayang akan memberikan balasan pahala mereka di tempat yang tidak kekal.

Rasulullah saw. bersabda : Sesungguhnya tempat pecut kuda di dalam surga lebih berharga (baik) dari dunia seisinya. Rasulullah saw. menceritakan apa yang disabdakan oleh Allah ta’ala :

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ.

Aku telah sediakan untuk hambaKu yang solihin, apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, atau didengar oleh telingan, atau tergerak dalam hati manusia.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

158. مَتَى كُنْتَ إِذَا أُعْطِيتَ بَسَطَكَ الْعَطَاءُ، وَإِذَا مُنِعْتَ قَبَضَكَ الْمَنْعُ، فَاسْتَدِلَّ بِذٰلِكَ عَلَى ثُبُوتِ طُفُولِيَّتِكَ، وَعَدَمِ صِدْقِكَ فِي عُبُودِيَّتِكَ.

Apabila engkau ketika diberi merasa gembira karena pemberian, dan jika ditolak merasa sedih karena penolakan, maka ketahuilah yang demikian itu sebagai tanda masih adanya sifat-sifat kekanak-kanakan padamu, dan belum bersungguh-sungguh dalam sifat kehambaanmu kepada Allah. Selama engkau masih selalu berubah-ubah suasana hatimu ketika menerima nikmat atau ujian bala', maka nyata bahwa masih dipengaruhi oleh hawa nafsu, dan belum sungguh-sungguh dalam rahmat Allah terhadap sekalian makhluknya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

208. عَلِمَ قِلَّةَ نُهُوضِ الْعِبَادِ إِلَى مُعَامَلَتِهِ، فَأَوْجَبَ عَلَيْهِمْ وُجُودَ طَاعَتِهِ، فَسَاقَهُمْ إِلَيْهَا بِسَلاَسِلِ الْإِيجَابِ. عَجِبَ رَبُّكَ مِنْ قَوْمٍ يُسَاقُونَ إِلَى الْجَنَّةِ بِالسَّلاَسِلِ.

Allah mengetahui kurang semangatnya hamba untuk mengerjakan taat maka diwajibkan kepada mereka melakukan taat dan ditarik mereka itu dengan rantai kewajiban : Tuhanmu kagum dari kaum yang ditarik masuk ke surga dengan rantai.

Hikam Ibnu 'Atoillah

221. مَا فَاتَ مِنْ عُمْرِكَ لاَ عِوَضَ لَهُ، وَمَا حَصَلَ لَكَ مِنْهُ لاَ قِيمَةَ لَهُ.

Yang telah hilang dari umur (usia) hidupmu tidak dapat ditarik kembali, sedang yang telah berhasil bagimu, tidak dapat dinilai harganya. Waktu itu sangat berharga karena itu jangan digunakan kecuali untuk sesuatu yang berharga. Adapula kata : Waktu itu adalah uang. Kata ahli sya'ir : Saat-saat dalam usia hidupmu itu bagaikan berlian yang sangat berharga, karena itu jadikanlah masa dan saat-saat yang berharga itu untuk mencapai kejayaan dunia akheratmu dan kebahagiaan.

Rasulullah saw. bersabda : Tiada sesuatu saat/masa yang datang pada seorang hamba, kemudian ia tidak berdzikir kepada Allah dalam saat itu, melainkan saat itu akan merupakan kemenyesalan pada hari qiamat. Kelak pada hari qiamat saat-saat umur manusia pada tiap hari dan malam itu akan diperlihatkan berupa 24 lemari yang berbaris, maka dapat melihat masing-masing lemari itu penuh dengan nikmat pembalasan, terhadap amal perbuatan yang dilakukan pada saat itu, adapun saat-saat yang tidak beramal apa-apa didalamnya, maka lemarinya pun kosong, maka di situlah letak kemenyesalan yang tidak terhingga. Dan sesal kemudian tetap tidak berguna.

Disalin