Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

079. قَلَّمَا تَكُونُ الْوَارِدَاتُ الْإِلٰهِيَّةُ إِلاَّ بَغْتَةً، لِئَلاَّ يَدَّعِيَهَا الْعِبَادُ بِوُجُودِ الاِسْتِعْدَادِ.

Jarang sekali terjadi kurnia besar dari Allah itu kecuali secara mendadak (tiba-tiba), supaya tidak ada orang yang mengaku bahwa ia dapat karena telah mengadakan persiapan untuk menerima kurnia itu. Allah mewahyukan kepada Nabi Musa as. : Tahukah engkau mengapakah Aku mengangkat engkau sebagai Nabi yang langsung mendengar kalamKu? Jawab Musa : Engkau yang lebih mengetahui. Bersabda Tuhan : Ketika Aku larikan semua kambing Nabi Syuaib yang kau pelihara itu, sehingga dengan susah payah engkau mengejar kambing- kambing itu untuk mengembalikannya, tetapi kemudian setelah kembali semuanya engkau tidak merasa jengkel/marah, maka itulah sebabnya. Dalam Hadits, seorang pelacur yang memberi minum kepada anjing, tiba-tıba Allah bersyukur kepadanya dan mengampunkan semua dosanya. Demikianlah kehormatan dan kurnia-kurnia besar dari Allah

itu, tidak dapat diraba oleh manusia, dan selalu diberikan oleh Allah secara tiba-tiba, supaya tidak ada orang berbangga dengan amal perbuatannya.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

197. مَنْ أُذِنَ لَهُ فِي التَّعْبِيرِ فُهِّمَتْ فِي مَسَامِعِ الْخَلْقِ عِبَارَتُهُ، وَجُلِّيَتْ إِلَيْهِمْ إِشَارَتُهُ.

Şiapa yang telah mendapat izin dari Allah untuk berkata- kata (menerangkan), maka segala kata-katanya dapat dimengerti oleh pendengarannya, dan semua isyarat petunjuknya dapat terang jelas Orang yang diizinkan itu ialah yang berbicara Lillahi wa billahi wa fillah. Karena Allah dan dengan bantuan Allah, dan dalam tuntunan hukum Allah. Hamdun bin Ahmad bin Umarah Algashshar ketika ditanya : Mengapakah kata-kata orang dahulu jauh lebih berguna dari ajaran kita ini ? Jawabnya : Karena mereka bicara (berkata) untuk kemuliaan Islam, dan keselamatan jiwa dan untuk mendapat keridhaan Allah. Sedang kami bicara untuk kemuliaan diri dan mencari dunia, dan keridhaan (penerima) makhluk. Al-Junaid berkata : Kalimat yang benar itu hanya yang diucapkan setelah mendapat izin. Sebagaimana firman Allah :

لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا (النبأ: ٣٨)

Mereka tidak dapat berkata-kata, kecuali yang diizinkan oleh Arrahman (Allah dan berkata benar (tepat).

Hikam Ibnu 'Atoillah

186. إِنَّمَا يُذَكَّرُ مَنْ يَجُوزُ عَلَيْهِ الْإِغْفَالُ، وَإِنَّمَا يُنَبَّهُ مَنْ يُمْكِنُ مِنْهُ الْإِهْمَالُ.

mungkin lupa, dan yang harus ditegor itu hanya mereka yang mungkin teledor (sembrono).

Abubakar A1-Wasithy ketika diminta untuk berdoa, ia berkata : Saya kuatir maka saya berdoa, lalu ditanya : Bila engkau minta hak milikmu, berarti engkau telah menuduh Kami dan bila engkau minta sesuatu yang bukan hakmu, berarti telah menyalah gunakan kewajiban- mu untuk memuji padaKu, dan bila engkau rela maka berjalan segala sesuatunya sebagaimana yang telah Kami putuskan dalam azal sejak dahulu kala sebelum menjadikan makhluk.

Abdullah bin Munazil berkata: Sejak lima puluh tahun saya tidak pernah berdoa minta kepada Allah, juga tidak ingin didoakan oleh lain orang, sebab segala sesuatu berjalan menurut apa yang telah ditetapkan oleh Allah dalam azal, sedang saya telah merasa puas dengan itu.

Hikam Ibnu 'Atoillah

278. وَإِنَّ مَنْ أَيْقَنَ أَنَّ اللهَ يَطْلُبُهُ صَدَقَ الطَّلَبَ إِلَيْهِ، وَمَنْ عَلِمَ أَنَّ الْأُمُورَ بِيَدِ اللهِ اجْتَمَعَ بِالتَّوَكُّلِ عَلَيْهِ.

Dan bahwasanya siapa yang yakin bahwa Allah menuntut dan menyuruh kepadanya melakukan ibadah, pasti ia bersungguh-sungguh menghadap kepada Allah, dan siapa yang mengetahui bahwa segala urusan itu di tangan Allah, maka pasti bulat tawakkal menyerah kepada Allah.

Disalin