Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

069. قَطَعَ السَّائِرِينَ إِلَيْهِ وَالْوَاصِلِينَ إِلَيْهِ عَنْ رُؤْيَةِ أَعْمَالِهِمْ وَشُهُودِ أَحْوَالِهِمْ، أَمَّا السَّائِرُونَ فَلِأَنَّهُمْ لَمْ يَتَحَقَّقُوا الصِّدْقَ مَعَ اللهِ فِيهَا، وَأَمَّا الْوَاصِلُونَ فَلِأَنَّهُ غَيَّبَهُمْ بِشُهُودِهِ عَنْهَا.

Allah telah memutuskan orang-orang yang berjalan menuju kepadaNya, dan yang telah sampai padaNya, daripada melihat/mengagumi amal (ibadat) dan keadaan diri mereka. Adapun orang yang masih sedang berjalan, karena mereka dalam amal perbuatan ibadat itu belum dapat melaksanakan dengan ikhlas menurut apa yang diperintahkan. Adapun orang-orang yang telah sampai, maka karena mereka telah sibuk melihat kepada Allah, sehingga lupa pada amal perbuatan sendiri. Sehingga bila ada perbuatan diri, maka itu hanya kurnia taufiq dari Allah semata-mata. Tanda bahwa Allah telah memberikan taufiq hidayat pada seorang hamba, apabila disibukkan hamba itu dengan amal perbuatan taat, tetapi diputuskan daripada ujub dan bangga

dengan amal perbuatan itu, karena merasa belum tepat mengerjakannya, atau karena merasa bahwa perbuatan itu semata-mata kurnia Allah sedang ia sendiri merasa tiada berdaya untuk melaksanakan, andaikan tiada kurnia rahmat Allah.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

229. الْوَارِدُ يَأْتِي مِنْ حَضْرَةِ الْقَهَّارِ، لِأَجْلِ ذٰلِكَ لاَ يُصَادِمُهُ شَيْءٌ إِلاَّ دَمَغَهُ، بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ.

Warid (kurnia iman dari Tuhan) itu memang datangnya dari yang menang dan mengalahkan segala yang lainnya, karena itu bila warid tiba, maka tiada sesuatu yang berhadapan padanya melainkan dimusnahkannya. Ayat : Tetapi Kami melemparkan itu hak di atas yang bathil, maka melenyapkannya, maka tetaplah bathil itu musnah (hancur).

Hikam Ibnu 'Atoillah

126. أَمَرَكَ فِي هٰذِهِ الدَّارِ بِالنَّظَرِ فِي مُكَوَّنَاتِهِ، وَسَيَكْشِفُ لَكَ فِي تِلْكَ الدَّارِ عَنْ كَمَالِ ذَاتِهِ.

Allah menyuruh engkau semasa hidup di dunia ini memper- hatikan alam buatan Allah, dan kelak di akherat Allah akan memper- lihatkan kepadamu kesempurnaan dzatNya.

Firman Allah :

قُلِ انظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (يونس: ١٠١)

Katakanlah : Perhatikanlah apa yang di langit itu ?

Firman Allah :

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ * إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ (القيامة: ٢٢ - ٢٣)

"Beberapa wajah pada hari kiamat itu berseri-seri (bercahaya). Karena ia dapat melihat kepada Tuhannya". Penglihatan seorang hamba kepada Allah menurut apa yang di- bukakan oleh Allah, maka selama hidup di dunia Allah memperlihatkan kepada mereka kebesaran kekuasaanNya, dan kelak di akherat akan dibukakan hijab sehingga langsung melihat dzatNya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

253. لاَ يُخْرِجُكَ عَنِ الْوَصْفِ إِلاَّ شُهُودُ الْوَصْفِ.

Tidak ada sesuatu yang dapat mengeluarkan (melepaskan) engkau dari sifat kesombonganmu, kecuali jika engkau melihat sifat-sifat Allah. Yakni selama engkau tidak memperhatikan dan ingat selalu kepada sifat ketuhanan, kebesaran dan kekuasaan Allah, maka selama itu engkau

merasa besar, kuasa dan congkak (sombong). Selama engkau tidak melihat sifat kesempurnaan Allah, maka selama itu juga engkau tidak mengakui kekurangan-kekurangan atau kehambaan dirimu terhadap Allah.

Disalin