Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

055. مَا قَلَّ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ زَاهِدٍ، وَلاَ كَثُرَ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ رَاغِبٍ.

Tidak dapat dianggap kecil/sedikit amal perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas (sepi ing pamrih) dan tidak dapat dianggap banyak amal yang dilakukan oleh seorang yang tidak ikhlas.

Ali bin Abi Thalib ra. berkata : Tumpahkan semua hasrat keinginanmu itu kepada usaha untuk diterimanya amal perbuatanmu, sebab tidak dapat dianggap kecil/sedikit amal perbuatan yang diterima oleh Allah :

Firman Allah :

اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ المُتَّقِيْنَ.

Sesungguhnya Allah hanya menerima amal perbuatan dari orang yang bertakwa (ikhlas baginya, dan tepat menurut ajarannya).

Abdullah bin Mas’ud ra. berkata : Dua rakaat yang dilakukan oleh orang alim yang mengerti dan ikhlas (tidak rakus kepada dunia), lebih baik dari ibadat orang-orang ahli ibadat sepanjang masa. Abu Sulaiman Addarany bertanya kepada Ma’ruf Al-Karkhi : Mengapakah orang-orang itu kuat taat sampai sedemikian rupa banyaknya? Jawabnya : Karena mereka telah membersihkan hati mereka daripada cinta kepada dunia, andaikata masih ada sedikit cinta dunia, tidak akan diterima dari mereka amal perbuatan itu. Seorang shalih mengeluh kepada Abu Abdilah Alqurasyi; bahwa ia telah berbuat berbagai amal kebaikan, tetapi belum bisa merasakan kelezatan amal kebaikan itu dalam hatinya. Jawab Abu Abdullah Alqurasyi : Karena engkau masih memelihara puteri iblis yaitu kesenangan dunia, dan lazimnya ayah itu selalu berziarah kepada puterinya.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

168. رُبَّمَا أَطْلَعَكَ عَلَى عَالَمِ مَلَكُوتِهِ، وَحَجَبَ عَنْكَ اِسْتِشْرَافَ أَسْرَارِ الْعِبَادِ.

Mungkin Allah memperlihatkan kepadamu sebagian dari ghaib di alam malakut (di atas langit), tetapi sengaja Allah menutupi daripadamu rahasia-rahasia para hambaNya. Adakalanya Allah membukakan untuk seorang wali alam malakut sehingga ia mengetahui segala sesuatu yang ghaib dalam alam malakut, tetapi karena rahmat Allah kepadanya tidak dibukakan padanya jalan untuk méngetahui rahasia-rahasia sesama manusia, supaya tidak turut campur dalam urusan dan kebijaksanaan Allah yang berlaku pada semua hambaNya. Sahl bin Abdullah ketika ditanya oleh muridnya : bagaimanakah mengenal waliyullah itu ? Jawabnya : Allah tidak memperkenalkan mereka kecuali kepada orang-orang yang serupa dengan mereka, atau kepada orang yang bakal mendapat manfaat dari mereka (yakni untuk mengenal dan mendekat kepada Allah). Sebab apabila diobral sehingga mudah dikenal orang, maka timbul kewajiban bagi siapa yang sudah mengenal pada wali itu harus percaya dan tidak boleh menentang, mengingkari mereka, sebab menentang langsung berarti kekafiran, karena itu rahmat kebijaksanaan Allah telah menetapkan para wali itu dengan hijab basyariyah (kebiasaan manusia).

Firman Allah :

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا... وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ.

AL-HIKAM Allah itu wali (pelindung pemelihara) orang yang beriman atau orang mukminin.

Dalam hadits qudsi Allah berfirman :

مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ.

Siapa yang mengganggu (menganiaya) seorang waliKu, maka langsung Aku memaklumkan perang kepadanya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

158. مَتَى كُنْتَ إِذَا أُعْطِيتَ بَسَطَكَ الْعَطَاءُ، وَإِذَا مُنِعْتَ قَبَضَكَ الْمَنْعُ، فَاسْتَدِلَّ بِذٰلِكَ عَلَى ثُبُوتِ طُفُولِيَّتِكَ، وَعَدَمِ صِدْقِكَ فِي عُبُودِيَّتِكَ.

Apabila engkau ketika diberi merasa gembira karena pemberian, dan jika ditolak merasa sedih karena penolakan, maka ketahuilah yang demikian itu sebagai tanda masih adanya sifat-sifat kekanak-kanakan padamu, dan belum bersungguh-sungguh dalam sifat kehambaanmu kepada Allah. Selama engkau masih selalu berubah-ubah suasana hatimu ketika menerima nikmat atau ujian bala', maka nyata bahwa masih dipengaruhi oleh hawa nafsu, dan belum sungguh-sungguh dalam rahmat Allah terhadap sekalian makhluknya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

073. مَنْ لَمْ يُقْبِلْ عَلَى اللهِ بِمُلاَطَفَاتِ الْإِحْسَانِ قِيدَ إِلَيْهِ بِسَلاَسِلِ الاِمْتِحَانِ.

Siapa yang tidak suka menghadap (mendekat) kepada Allah dengan halusnya pemberian kurnia Allah, maka akan diseret supaya ingat kepada Allah dengan rantai ujian (bala'). Siapa yang tidak suka sadar dzikir kepada Allah ketika sehat afiat dan murah rizqi, maka akan dipaksa supaya dzikir ingat kepada Allah dengan tibanya bala' bencana. maka dalam kedua hal itu Allah berkenan akan menuangkan nikmat kurnia yang sebesar-besarnya kepada hambaNya.

Disalin