Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

018. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِي ظَهَرَ فِي كُلِّ شَيْءٍ.

Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, padahal Dia yang terlihat dalam tiap sesuatu.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

249. جَعَلَهُ لَكَ عَدُوًّا لِيَحُوشَكَ بِهِ إِلَيْهِ، وَحَرَّكَ إِلَيْهِ النَّفْسَ لِيَدُومَ إِقْبَالُكَ عَلَيْهِ.

Sengaja Allah menjadikan syaithan sebagai musuhmu, supaya engkau jemu pada syaithan dan berlindung kepada Allah. demikian pula Allah tetap menggerakkan hawa nafsumu supaya engkau tetap selalu menghadap kepada Allah untuk melawan hawa nafsu. Allah berfirman :

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (النحل: ٩٩)

Sesungguhnya syaithan tidak berdaya (tidak kuasa) terhadap orang yang betul-betul beriman dan kepada Tuhan mereka berserah diri dan bertawakkal kepada Allah. (Annahl 99).

إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ (النحل: ١٠٠)

Sesungguhnya kekuatan/kekuasaan syaithan itu hanya pada orang- orang yang berwali kepadanya (menurut pada pimpinan/bisikan- bisikannya, dan dengan itu mereka mehyekutukan Allah). (Annahl 100).

Firman Allah :

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ (يوسف: ٥٣)

Dan tiadalah saya merasa bersih diri, sebab hawa nafsu itu men- dorong kepada kejahatan, kecuali bagi orang yang dapat hidayat/

rahmat Tuhanku, sungguh Tuhanku maha pengampun lagi penyayang.

(Yusuf 53)

Kata pujangga : Sungguh aku telah diuji dengan empat musuh yang selalu melempar aku dengan anak panah yang dapat menembus. Yaitu : Iblis, dunia, hawa nafsu dan syahwat. Ya Tuhanku hanya Engkau yang dapat menyelamatkan aku. Allah menjadikan syaithan sebagai musuh manusia ini suatu nikmat besar bagi manusia, sebab dengan demikian manusia selalu harus berlindung dan mendekat kepada Allah, untuk menjaga keselamatan diri dari syaithan (musuhnya) itu. Sebab dia sendiri tidak akan sanggup melawan musuhnya yang kawankan dan sangat samar itu, kecuali dengan perlindungan Allah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

120. مَتَى جَعَلَكَ فِي الظَّاهِرِ مُمْتَثِلاً لِأَمْرِهِ، وَرَزَقَكَ فِي الْبَاطِنِ الاِسْتِسْلاَمَ لِقَهْرِهِ، فَقَدْ أَعْظَمَ الْمِنَّةَ عَلَيْكَ.

Apabila Allah telah menjadikan engkau pada lahirnya menurut perintahNya dan dalam hatimu menyerah bulat kepadaNya, maka berarti Tuhan memberi kepadamu sebesar-besar nikmat kurniaNya. Sebesar-besar nikmat kurnia Tuhan kepada hambanya ialah jika Allah telah memberi taufiq hidayat kepada hamba untuk melakukan segala perintah kemudian ditambah dengan fekuatan menyerah tawakkal kepada Allah dalam batinnya. Sebab Seseorang dengan dua nikmat lahir batin itu telah mencapai kebutuhan dunia dan akherat sekaligus. Sebab manusia hanya diperintah supaya beribadat dengan tulus ikhlas menuju kepada Allah, tentang segala kepentingan hajatnya sudah dicukupi oleh Allah, maka tidak usah menurutkan hawa nafsu yang tidak kunjung puas.

Hikam Ibnu 'Atoillah

160. إِذَا أَرَدْتَ أَنْ يَفْتَحَ لَكَ بَابَ الرَّجَاءِ فَانْظُرْ مَا مِنْهُ إِلَيْكَ، وَإِذَا أَرَدْتَ أَنْ يَفْتَحَ لَكَ بَابَ الْخَوْفِ فَانْظُرْ مَا مِنْكَ إِلَيْهِ.

Apabila engkau ingin dibukakan oleh Allah pintu harapan, maka perhatikan kebesaran nikmat-nikmat dan rahmat Allah yang berlimpah- limpah kepadamu. Dan bila engkau ingin dibukakan bagimu pintu takut, maka perhatikan amal perbuatanmu terhadap Allah. Jika engkau selalu memperhatikan kebesaran dan padatnya nikmat rahmat Allah kepadamu, pasti engkau akan selalu optimis dan berharap baik atau bersangka baik, sebaliknya jika engkau selalu memperhatikan kecurangan dan kekuranganmu terhadap Allah, maka pasti timbul daripadamu rasa takut kepada Allah, memang sifat-sifat yang harus ada pada tiap mukmin :

Disalin