Maka tetap terus kendaraan semangatnya tidak berhenti, bahkan tetap terus berjalan, sehingga berlabuh (berhenti) di hadratil qudsi (di sisi Allah) di atas hamparan kesenangan, tempat berbisik/ bermunajat, berhadapan, bercakap-cakap, musyahadah dan bertemu sehingga hadratil qudsi itu menjadi sarang hati mereka, ke sana mereka kembali, dan di sana pula mereka tetap tinggal. Semangat yang tidak padam, bagaikan kendaraan yang tidak kunjung berhenti perjalanan, kecuali setelah sampai stasiun (pelabuhan) yang berupa hadratul-qudsi, di mana Allah sendiri yang menyenangkan, membuka nur hati dan selalu di sisi Allah.
278. وَإِنَّ مَنْ أَيْقَنَ أَنَّ اللهَ يَطْلُبُهُ صَدَقَ الطَّلَبَ إِلَيْهِ، وَمَنْ عَلِمَ أَنَّ الْأُمُورَ بِيَدِ اللهِ اجْتَمَعَ بِالتَّوَكُّلِ عَلَيْهِ.
Dan bahwasanya siapa yang yakin bahwa Allah menuntut dan menyuruh kepadanya melakukan ibadah, pasti ia bersungguh-sungguh menghadap kepada Allah, dan siapa yang mengetahui bahwa segala urusan itu di tangan Allah, maka pasti bulat tawakkal menyerah kepada Allah.
Dan bahwasanya siapa yang yakin bahwa Allah menuntut dan menyuruh kepadanya melakukan ibadah, pasti ia bersungguh-sungguh menghadap kepada Allah, dan siapa yang mengetahui bahwa segala urusan itu di tangan Allah, maka pasti bulat tawakkal menyerah kepada Allah.
257. جَعَلَكَ فِي الْعَالَمِ الْمُتَوَسِّطِ بَيْنَ مُلْكِهِ وَمَلَكُوتِهِ لِيُعْلِمَكَ جَلاَلَةَ قَدْرِكَ بَيْنَ مَخْلُوقَاتِهِ، وَأَنَّكَ جَوْهَرٌ تَنْطَوِي عَلَيْكَ أَصْدَافُ مُكَوَّنَاتِهِ.
Allah sengaja menempatkan engkau dalam alam yang pertengahan antara alam mulk (dunia) dan alam malakut (ghaib) untuk memberimu pengetahuan tentang kebesaran kedudukanmu diantara semua makhluk, dan bahwa engkau sebagai permata yang diliputi/ dikelilingi oleh wadah tempatnya yang berupa alam ini.
Abul-Abbas Almarsy ra. berkata : Isi alam ini semua bagaikan hamba tunduk padamu hai manusia, sedang engkau hanya hamba Allah ta'ala semata-mata. Tersebut dalam kitab-kitab Allah yang terdahulu : Hai anak Adam, Akulah (Allah kepentinganmu/kebutuhanmu) yang tidak dapat engkau abaikan, karena itu tetaplah engkau pada apa yang engkau butuhkan itu.
Allah juga berfirman : Hai anak Adam, Aku jadikan segala sesuatu untukmu dan aku jadikan engkau untukku, karena itu jangan sibuk dengan apa yang pasti datang kepadamu, sehingga meninggalkan apa yang engkau dijadikan untukNya.
Firman Allah :
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا (البقرة: ٢٩)
Dialah Allah yang menjadikan untuk kamu semua apa yang di bumi.
Firman Allah :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (الذاريات: ٥٦)
Tiadalah Aku menjadikan manusia dan jin kecuali supaya ibadah kepadaKu. Al-Wasithy dalam menafsirkan ayat : Sungguh Kami (Allah) telah memuliakan anak Adam (manusia). Yakni Kami serahkan kepada mereka alam seisinya supaya mereka tidak bingung atau tertipu oleh sesuatu dan supaya bulat melulu beribadah (mengabdikan diri kepada Allah).
Allah sengaja menempatkan engkau dalam alam yang pertengahan antara alam mulk (dunia) dan alam malakut (ghaib) untuk memberimu pengetahuan tentang kebesaran kedudukanmu diantara semua makhluk, dan bahwa engkau sebagai permata yang diliputi/ dikelilingi oleh wadah tempatnya yang berupa alam ini.
Abul-Abbas Almarsy ra. berkata : Isi alam ini semua bagaikan hamba tunduk padamu hai manusia, sedang engkau hanya hamba Allah ta'ala semata-mata. Tersebut dalam kitab-kitab Allah yang terdahulu : Hai anak Adam, Akulah (Allah kepentinganmu/kebutuhanmu) yang tidak dapat engkau abaikan, karena itu tetaplah engkau pada apa yang engkau butuhkan itu.
Allah juga berfirman : Hai anak Adam, Aku jadikan segala sesuatu untukmu dan aku jadikan engkau untukku, karena itu jangan sibuk dengan apa yang pasti datang kepadamu, sehingga meninggalkan apa yang engkau dijadikan untukNya.
Firman Allah :
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا (البقرة: ٢٩)
Dialah Allah yang menjadikan untuk kamu semua apa yang di bumi.
Firman Allah :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (الذاريات: ٥٦)
Tiadalah Aku menjadikan manusia dan jin kecuali supaya ibadah kepadaKu. Al-Wasithy dalam menafsirkan ayat : Sungguh Kami (Allah) telah memuliakan anak Adam (manusia). Yakni Kami serahkan kepada mereka alam seisinya supaya mereka tidak bingung atau tertipu oleh sesuatu dan supaya bulat melulu beribadah (mengabdikan diri kepada Allah).
011. اِدْفِنْ وُجُودَكَ فِي أَرْضِ الخُمُولِ، فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يُدْفَنْ لاَ يَتِمُّ نِتَاجُهُ.
Tanamlah dirimu dalam tanah kerend ebab tiap seseatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, maka tidak sempurna hasil buahnya. Tiada sesuatu yang lebih bahaya bagi seorang yang beramal, daripada menginginkan kedudukan dan terkenal di tengah-tengah masyarakat pergaulan. Dan ini termasuk keinginan hawa nafsu yang utama. Rasulullah saw. telah bersabda :
مَنْ تَوَاضَعَ رَفَعَهُ اللهُ وَمَنْ تَكَبَّرَ وَضَعَهُ اللهُ
Siapa yang merendah diri maka Allah akan memuliakannya, dan siapa yang sombong (besar diri), Allah akan menghinanya.
Ibrahim bin Ad-ham ra. berkata :
مَا صَدَقَ اللهَ مَنْ أَحَبَّ الشَّهْرَةَ
Tidak benar-benar bertujuan kepada Allah, siapa yang ingin masyhur (terkenal). Ayyub Assakh-tiyaany ra. berkata :
وَاللهِ مَا صَدَقَ اللَّهَ عَبْدٌ إِلَّا سَرَّهُ أَنْ لَا يَشْعُرَ بِمَكَانِهِ.
Demi Allah tiada seorang hamba yang sungguh-sungguh ikhlas pada Allah, melainkan ia merasa senang, gembira jika ia tidak mengetahui kedudukan dirinya.
Mu'aadz bin Jabal ra. berkata : Bersabda Rasulullah saw. :
إِنَّ يَسِيرًا مِنَ الرِّيَاءِ شِرْكٌ، وَإِنَّ مَنْ عَادَى أَوْلِيَاءَ اللهِ فَقَدْ بَارَزَ اللهَ بِالْمُحَارَبَةِ، وَإِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْأَتْقِيَاءَ الْأَخْفِيَاءَ الَّذِينَ إِذَا غَابُوا لَمْ يُفْتَقَدُوا، وَإِذَا حَضَرُوا لَمْ يُدْعَوْا وَلَمْ يُعْرَفُوا، قُلُوبُهُمْ مَصَابِيحُ الْهُدَى، يَخْرُجُونَ مِنْ كُلِّ غَبْرَاءَ مُظْلِمَةٍ.
Sesungguhnya sedikitnya riyaa' itu, sudah termasuk syirik. Dan siapa yang memusuhi seorang waliyullah, berati telah melawan
berperang kepada Allah. Dan Allah kasih sayang pada hamba yang taqwa, yang tersembunyi (tidak terkenal), yang bila tidak ada tidak dicari, dan bila hadir tidak dipanggil dan tidak dikenal. Hati mereka sebagai pelita hidayat, mereka terhindar dari segala kegelapan kesukaran.
Abuhurairah ra. berkata : Ketika kami di majlis Rasulullah saw. tiba-tiba Rasulullah saw. berkata : Besuk pagi akan ada seorang ahli -surga yang sembahyang bersama kamu. Abuhurairah berkata : Aku berharap semoga akulah orang yang ditunjuk oleh Rasulullah itu. Maka pagi-pagi aku sembahyang di belakang Rasulullah saw. dan tetap tinggal di majlis setelah orang-órang pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba hitam berkain cumpang-camping datang berjabat tangan pada Rasulullah saw. sambil berkata : Ya Nabiyallah, doakan semoga aku mati syahid. Maka Rasulullah saw. berdoa sedang kami mencium bau kasturi dari badannya. Kemudian aku bertanya : Apakah orang itu ya Rasulullah? Jawab Nabi : Ya benar la hamba sahaya dari bani fulan. Abuhurairah berkata : Mengapa tidak kau beli, dan kau merdekakan ya Nabiyallah? Jawab Nabi : Bagaimana Aku akan dapat berbuat demikian, bila Allah akan menjadikannya seorang raja di surga. Hai Abuhurairah, sesungguhnya di surga itu ada raja dan orang-orang terkemuka. Dan ini salah seorang raja dan terkemuka, Hai Abuhurairah: Sesungguhnya Allah kasih kepada makhluknya yang suci hati, yang samar, yang bersih, yang terurai rambut, yang kempis perut kecuali dari hasil yang halal, yang bila akan masuk kepada raja tidak diizinkan, bila meminang wanita bangsawan tidak diterima, bila tidak ada tidak dicari, bila hadir tidak dihirau, bila sakit tidak dijenguk, bahkan bila mati tidak dihadiri jenazahnya. Ketika sahabat bertanya : Tunjukkan kepada kami seorang dari mereka ? Jawab Nabi : Yaitu Uwais Alqarany, seorang berkulit coklat, lebar kedua bahunya, sedang tingginya selalu menundukkan kepalanya sambil membaca qur'an, tidak terkenal di bumi, tetapi terkenal di langit, andaikan ia bersungguh-sungguh minta sesuatu kepada Allah pasti diberinya. Dibawah bahu kirinya ada bekas belang sedikit. Hai umar dan Ali jika kamu bertemu padanya, maka mintalah kepadanya supaya membacakan istighfar untukmu.
Tanamlah dirimu dalam tanah kerend ebab tiap seseatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, maka tidak sempurna hasil buahnya. Tiada sesuatu yang lebih bahaya bagi seorang yang beramal, daripada menginginkan kedudukan dan terkenal di tengah-tengah masyarakat pergaulan. Dan ini termasuk keinginan hawa nafsu yang utama. Rasulullah saw. telah bersabda :
مَنْ تَوَاضَعَ رَفَعَهُ اللهُ وَمَنْ تَكَبَّرَ وَضَعَهُ اللهُ
Siapa yang merendah diri maka Allah akan memuliakannya, dan siapa yang sombong (besar diri), Allah akan menghinanya.
Ibrahim bin Ad-ham ra. berkata :
مَا صَدَقَ اللهَ مَنْ أَحَبَّ الشَّهْرَةَ
Tidak benar-benar bertujuan kepada Allah, siapa yang ingin masyhur (terkenal). Ayyub Assakh-tiyaany ra. berkata :
وَاللهِ مَا صَدَقَ اللَّهَ عَبْدٌ إِلَّا سَرَّهُ أَنْ لَا يَشْعُرَ بِمَكَانِهِ.
Demi Allah tiada seorang hamba yang sungguh-sungguh ikhlas pada Allah, melainkan ia merasa senang, gembira jika ia tidak mengetahui kedudukan dirinya.
Mu'aadz bin Jabal ra. berkata : Bersabda Rasulullah saw. :
إِنَّ يَسِيرًا مِنَ الرِّيَاءِ شِرْكٌ، وَإِنَّ مَنْ عَادَى أَوْلِيَاءَ اللهِ فَقَدْ بَارَزَ اللهَ بِالْمُحَارَبَةِ، وَإِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْأَتْقِيَاءَ الْأَخْفِيَاءَ الَّذِينَ إِذَا غَابُوا لَمْ يُفْتَقَدُوا، وَإِذَا حَضَرُوا لَمْ يُدْعَوْا وَلَمْ يُعْرَفُوا، قُلُوبُهُمْ مَصَابِيحُ الْهُدَى، يَخْرُجُونَ مِنْ كُلِّ غَبْرَاءَ مُظْلِمَةٍ.
Sesungguhnya sedikitnya riyaa' itu, sudah termasuk syirik. Dan siapa yang memusuhi seorang waliyullah, berati telah melawan
berperang kepada Allah. Dan Allah kasih sayang pada hamba yang taqwa, yang tersembunyi (tidak terkenal), yang bila tidak ada tidak dicari, dan bila hadir tidak dipanggil dan tidak dikenal. Hati mereka sebagai pelita hidayat, mereka terhindar dari segala kegelapan kesukaran.
Abuhurairah ra. berkata : Ketika kami di majlis Rasulullah saw. tiba-tiba Rasulullah saw. berkata : Besuk pagi akan ada seorang ahli -surga yang sembahyang bersama kamu. Abuhurairah berkata : Aku berharap semoga akulah orang yang ditunjuk oleh Rasulullah itu. Maka pagi-pagi aku sembahyang di belakang Rasulullah saw. dan tetap tinggal di majlis setelah orang-órang pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba hitam berkain cumpang-camping datang berjabat tangan pada Rasulullah saw. sambil berkata : Ya Nabiyallah, doakan semoga aku mati syahid. Maka Rasulullah saw. berdoa sedang kami mencium bau kasturi dari badannya. Kemudian aku bertanya : Apakah orang itu ya Rasulullah? Jawab Nabi : Ya benar la hamba sahaya dari bani fulan. Abuhurairah berkata : Mengapa tidak kau beli, dan kau merdekakan ya Nabiyallah? Jawab Nabi : Bagaimana Aku akan dapat berbuat demikian, bila Allah akan menjadikannya seorang raja di surga. Hai Abuhurairah, sesungguhnya di surga itu ada raja dan orang-orang terkemuka. Dan ini salah seorang raja dan terkemuka, Hai Abuhurairah: Sesungguhnya Allah kasih kepada makhluknya yang suci hati, yang samar, yang bersih, yang terurai rambut, yang kempis perut kecuali dari hasil yang halal, yang bila akan masuk kepada raja tidak diizinkan, bila meminang wanita bangsawan tidak diterima, bila tidak ada tidak dicari, bila hadir tidak dihirau, bila sakit tidak dijenguk, bahkan bila mati tidak dihadiri jenazahnya. Ketika sahabat bertanya : Tunjukkan kepada kami seorang dari mereka ? Jawab Nabi : Yaitu Uwais Alqarany, seorang berkulit coklat, lebar kedua bahunya, sedang tingginya selalu menundukkan kepalanya sambil membaca qur'an, tidak terkenal di bumi, tetapi terkenal di langit, andaikan ia bersungguh-sungguh minta sesuatu kepada Allah pasti diberinya. Dibawah bahu kirinya ada bekas belang sedikit. Hai umar dan Ali jika kamu bertemu padanya, maka mintalah kepadanya supaya membacakan istighfar untukmu.