Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

260. أَنْتَ مَعَ الْأَكْوَانِ مَا لَمْ تَشْهَدِ الْمُكَوِّنَ، فَإِذَا شَهِدْتَهُ كَانَتِ الْأَكْوَانُ مَعَكَ.

Engkau tetap terikat oleh alam benda, selama engkau belum melihat yang mencipta alam, tetapi bila engkau telah melihat pencipta alam, maka alam ini akan tunduk kepadamu. Selama masih ada hajat kebutuhan kepada alam benda, maka engkau tetap menjadi budak hamba kebendaan, tetapi bila engkau telah sadar bahwa benda ini tidak bergerak sendiri, bahkan tergantung pada penciptanya, maka ketika engkau sadar yang demikian, engkau tidak berhajat lagi kepada alam benda, dan merasa kaya cukup dengan pencipta alam benda, sehingga benda itu pun tunduk kepadamu dengan izin Allah penciptanya.

Asysyibly berkata : Tidak pernah tergerak di dalam hati orang yang mengenal kepada Allah pencipta alam ini, sesuatu dari hal alam benda : Yakni seorang yang benar-benar telah mengenal Allah, sama sekali tidak merasa butuh kepada kebendaan.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

218. رُبَّمَا وَرَدَتْ عَلَيْكَ الْأَنْوَارُ فَوَجَدَتِ الْقَلْبَ مَحْشُوًّا بِصُوَرِ الْآثَارِ، فَارْتَحَلَتْ مِنْ حَيْثُ نَزَلَتْ. فَرِّغْ قَلْبَكَ مِنَ الْأَغْيَارِ يَمْلَأْهُ بِالْمَعَارِفِ وَالْأَسْرَارِ.

Ada kalanya nur Ilahi turun kepadamu, tetapi didapatkan hati masih penuh dengan keduniaan/hawa nafsu, maka ia kembali ketempat yang ia turun dari padanya. Kosongkan hatimu dari segala sesuatu selain Allah, niscaya Allah akan memenuhinya dengan ma'rifat dan rahasia-rahasia. Nur Ilahi adakalanya datang ke hati, tetapi ia merasa tidak ada tempat karena itu ia kembali ke tempat asalnya. Maka oleh sebab demikian, maka bila engkau ingin mendapatkan nur Ilahi itu, hendaknya engkau kosongkan hatimu dari keduniaan dan segala sesuatu selain Allah. hati sedang gambar-gambar keduniaan masih melekat dalam cermin hatinya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

180. كَيْفَ يَكُونُ طَلَبُكَ الْحَادِثُ سَبَبًا فِي عَطَائِهِ السَّابِقِ.

Bagaimanakah mungkin permintaanmu yang datang belakangan itu dapat menjadi sebab pemberian Allah yang telah diputuskan lebih dahulu. Keputusan Allah dalam menentukan peraturan alam sudah di tentukan dalam azal sebelum adanya alam ini, dan termasuk juga segala kebutuhan hajat hidup semua makhluk tidak kecuali engkau hai manusia, karena itu jangan mengira bahwa Allah seolah-olah lupa terhadap hajat kebutuhanmu, sehingga sekiranya tidak engkau ingatkan mungkin tidak diberi, kalau demikian kepercayaanmu terhadap Allah, berarti benar-benar engkau belum mengenal Allah dalam sifat kesempurnaannya. Suatu contoh : Umpama, jika ada seorang ayah dianggap oleh anaknya, andaikan tidak diingatkan oleh anaknya niscaya ia melupakan kebutuhan anaknya itu, maka bagaimanakah ayah yang demikian itu. Sedangkan Allah tidak dapat diumpamakan dengan ayah itu sebab Allah maha sempurna, maha mengetahui, mencukupi, bijaksana dalam memelihara seisi alam.

Hikam Ibnu 'Atoillah

152. الْأَكْوَانُ ثَابِتَةٌ بِإِثْبَاتِهِ، وَمَمْحُوَّةٌ بِأَحَدِيَّةِ ذَاتِهِ.

Alam ini ada bila ditetapkan oleh Allah, tetapi alam ini musnah lenyap dengan keesaan dzat Allah. Ke-esaan dzat Allah yang tidak bersekutu atau berbanding itu melenyapkan segala apa saja, yakni tetap Allah yang tunggal dan segala sesuatu selain Allah bayangan belaka dan bekas buatan Allah.

Disalin