Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

226. قُرْبُكَ مِنْهُ أَنْ تَكُونَ مُشَاهِدًا لِقُرْبِهِ، وَإِلاَّ فَمِنْ أَيْنَ أَنْتَ وَوُجُودُ قُرْبِهِ.

Dekatmu kepada Allah itu sekira kau selalu seolah-olah melihat dan memperhatikan dekatnya Allah kepadamu, kalau tidak demikian, maka darimanakah engkau itu dengan dekatnya Allah.

Firman Allah :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ (البقرة: ١٨٦)

Jika hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguh- nya : Aku dekat.

Firman Allah :

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَٰكِن لَّا تُبْصِرُونَ (الواقعة: ٨٥)

Dan Kami (Allah) lebih dekat kepada orang yang akan mati itu daripada kamu, tetapi kamu tidak dapat melihat.

Firman Allah :

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (ق: ١٦)

Dan Kami (Allah) lebih dekat kepada manusia dari urat nadinya (urat lehernya). Maka hakikat dekatmu kepada Allah jika engkau selalu ingat seolah- olah melihat dekatnya Allah kepadamu.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

182. عِنَايَتُهُ فِيكَ لاَ لِشَيْءٍ مِنْكَ، وَأَيْنَ كُنْتَ حِينَ وَاجَهَتْكَ عِنَايَتُهُ وَقَابَلَتْكَ رِعَايَتُهُ، لَمْ يَكُنْ فِي أَزَلِهِ إِخْلاَصُ أَعْمَالٍ وَلاَ وُجُودُ أَحْوَالٍ، بَلْ لَمْ يَكُنْ هُنَاكَ إِلاَّ مَحْضُ الإِفْضَالِ وَعَظِيمُ النَّوَالِ.

Perhatian Allah kepadamu bukan karena sesuatu yang timbul daripadamu, buktinya : Di manakah engkau ketika Allah menetapkan kurniaNya kepadamu di dalam azal itu, dan disaat itu doa atau amal yang ikhlas atau lain-lain hal, bahkan tidak ada apa-apa ketika itu selain semata-mata kurnia dan kebesaran pemberian Allah. Perhatikan pemeliharaan Allah kepadamu sejak engkau berupa mani yang sama sekali belum dapat berdoa atau beramal, tetapi perlengkapan yang diberikan Allah kepadamu tidak berkurang sedikitpun, dan demikianlah selanjutnya hingga engkau lahir, kecil, dewasa dan tua tetap tidak berubah kurnia Allah kepadamu tidak bersandar kepada amal atau doamu, tetapi semata-mata kekuasaan dan kehendak Allah yang mutlak dan kurnianya yang tiada tara bandingannya, dan tiada henti-hentinya. Allah melengkapi hajat kebutuhan di saat engkau sendiri belum mengerti apa saja hajat kebutuhanmu yang primer yang tidak dapat tidak harus engkau mempunyainya, yang sekiranya satu saja dikurangi berarti tidak sempurna bentuk kejadianmu itu.

Hikam Ibnu 'Atoillah

248. إِذَا عَلِمْتَ أَنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَغْفُلُ عَنْكَ فَلاَ تَغْفُلْ أَنْتَ عَمَّنْ نَاصِيَتُكَ بِيَدِهِ.

Jika engkau telah mengetahui bahwa syaithan itu tidak pernah lupa kepadamu, maka engkau jangan lupa terhadap Tuhan yang nasibmu ada di tanganNya.

Firman Allah :

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا (فاطر: ٦)

Sesungguhnya syaithan itu musuhmu, maka nyatakanlah ia sebagai musuh. (Fathir 6). Yakni waspadalah daripadanya, karena ia sebagai musuh yang tidak ada masa damainya.

Abul-Abbas Almarsy berkata : Dalam memahami ayat ini ada suatu kaum yang berfaham bahwa mereka diperintah untuk memusuhi syaithan maka mereka mengerahkan segala tenaga untuk memusuhi, tetapi lain golongan mengartikan : Sesungguhnya, syaithan musuhmu, dan Aku (Allah) kekasihmu, maka orang-orang ini sibuk kepada yang dicintai dan lupa pada musuhnya, akhirnya Allah sendiri yang melindungi kekasihnya dari gangguan syaithan sebagai musuh itu.

Abu Hasim berkata : Siapakah syaithan itu sehingga harus ditakuti, demi Allah ia sudah pernah diikuti tetapi sama sekali tidak berguna menurut kepadanya, begitu pula ketika dilanggar maka juga tidak dapat berbuat apa-apa.

Abu Sulaiman Addarany berkata : Tidak ada makhluk yang lebih rendah dari syaithan, dan andaikan Allah tidak menyuruh kami berlindung kepada Allah daripadanya, niscaya saya tidak merasa gentar sama sekali daripada syaithan. Dzinnun Almisry berkata : Jika syaithan itu dapat melihat engkau dari arah yang tidak dapat anda melihatnya, maka Allah melihat padanya dari arah yang dia tidak melihat kepada Allah, karena itu berlindunglah kepada Allah dari gangguan syaithan. Malik bin Dinar berkata : Suatu musuh yang dapat melihat padamu sedang kau tidak dapat melihatnya, sungguh sukar perlawanannya, kecuali jika dilindungi oleh Allah.

Abu Saied Alkhudry berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda : Iblis berkata kepada Tuhan : Demi kemuliaan dan kebesaranMu, saya tetap akan menyesatkan anak Adam selama ada

ruh dikandung badannya, maka dijawab oleh Allah : Demi kemuliaan dan kebesaranKu : Saya tetap akan mengampunkan anak Adam selama mereka minta ampun (membaca istighfar) kepadaKu.

Hikam Ibnu 'Atoillah

118. سُبْحَانَ مَنْ سَتَرَ سِرَّ الْخُصُوصِيَّةِ بِظُهُورِ الْبَشَرِيَّةِ، وَظَهَرَ بِعَظَمَةِ الرُّبُوبِيَّةِ فِي إِظْهَارِ الْعُبُودِيَّةِ.

Maha Suci Allah yang telah menutupi rahasia-rahasia keistimewaan orang wali (aarif) dengan tampaknya sifat-sifat yang umum pada manusia. Dan telah terang terlihat kebesaran ke Tuhanan Allah dengan menunjukkan kepada manusia sifat-sifat kehambaan dan kerendahan makhluknya. Rahasia-rahasia kebesaran ilmu ma'rifat yang diberikan oleh Allah kepada para wali yang aarif ditutupi oleh Allah dengan tampaknya sifat dan keadaan yang biasa umum bagi semua manusia, sebaliknya Allah telah memperlihatkan sejelas-jelasnya kebesaran ke-TuhananNya dengan menunjukkan sifat-sifat kelemahan dan kebutuhan hamba kepadaNya.

Disalin