Keinginanmu untuk diketahui orang, tentang sesuatu dari keistimewaanmu itu, sebagai buktı tidak adanya kejujuranmu dalam kehambaanmu. Keistimewaan yang diberikan Allah kepada makhluk itu berupa ilmu, atau amal shalih, yang seharusnya dalam mengamal keduanya itu harus semata-mata untuk mendapat keridhaan Allah asalkan sudah beres dengan Allah itulah yang penting, karena itu jika dipergunakan untuk pameran dan ditonjol-tonjolkan untuk mendapat pujian orang, maka r yata baiwa rasa kehambaannya kepada Allah belum betul (belum jujur). Nabi Isa as. berkata : Jika orang berpuasu, maka hendaknya me- ninyaki rambutnya dan membasahi bibirnya, supaya jika dilihat orang disangka tidak puasa, begitu pula jika bersedekah hendaknya memberi Jengan tangan kanan dan disembunyikan dari tangan kiri, dan jika sembahyang ham tenutup tabir rumahnya, sebab Allah membagi pujian itu sebagaiman. membagi rizqi.
Abu Abdullah Al-Qurasyi berkata : Siapa yang tidak puas dengan pendengaran dan penglihatan Allah dalam amal perbuatan dan perkataannya, maka pasti kemasukan riya'.
Firman Allah :
أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (فصلت: ٥٣)
Apakah engkau tidak merasa cukup dengan Tuhanmu, bahwa la menyaksikan dan mengetahui segala sesuatu.
Abul-Khair Al-Aqtha berkata : Siapa yang ingin supaya amalnya diketahui orang, maka itu riya' dan siapa yang ingin diketahui orang hal keistimewaannya maka itu pendusta.
Abu Abbas Almarsy berkata : Siapa yang ingin terkenal, maka ia budaknya terkenal, dan siapa yang ingin tersembunyi, maka ia budaknya tersembunyi, dan siapa yang benar-benar merasa sebagai hamba Allah, maka terserah pada Allah apakah diterangkan atau disembunyikan. yakni sama saja yang penting ia beramal karena Allah.
Keinginanmu untuk diketahui orang, tentang sesuatu dari keistimewaanmu itu, sebagai buktı tidak adanya kejujuranmu dalam kehambaanmu. Keistimewaan yang diberikan Allah kepada makhluk itu berupa ilmu, atau amal shalih, yang seharusnya dalam mengamal keduanya itu harus semata-mata untuk mendapat keridhaan Allah asalkan sudah beres dengan Allah itulah yang penting, karena itu jika dipergunakan untuk pameran dan ditonjol-tonjolkan untuk mendapat pujian orang, maka r yata baiwa rasa kehambaannya kepada Allah belum betul (belum jujur). Nabi Isa as. berkata : Jika orang berpuasu, maka hendaknya me- ninyaki rambutnya dan membasahi bibirnya, supaya jika dilihat orang disangka tidak puasa, begitu pula jika bersedekah hendaknya memberi Jengan tangan kanan dan disembunyikan dari tangan kiri, dan jika sembahyang ham tenutup tabir rumahnya, sebab Allah membagi pujian itu sebagaiman. membagi rizqi.
Abu Abdullah Al-Qurasyi berkata : Siapa yang tidak puas dengan pendengaran dan penglihatan Allah dalam amal perbuatan dan perkataannya, maka pasti kemasukan riya'.
Firman Allah :
أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (فصلت: ٥٣)
Apakah engkau tidak merasa cukup dengan Tuhanmu, bahwa la menyaksikan dan mengetahui segala sesuatu.
Abul-Khair Al-Aqtha berkata : Siapa yang ingin supaya amalnya diketahui orang, maka itu riya' dan siapa yang ingin diketahui orang hal keistimewaannya maka itu pendusta.
Abu Abbas Almarsy berkata : Siapa yang ingin terkenal, maka ia budaknya terkenal, dan siapa yang ingin tersembunyi, maka ia budaknya tersembunyi, dan siapa yang benar-benar merasa sebagai hamba Allah, maka terserah pada Allah apakah diterangkan atau disembunyikan. yakni sama saja yang penting ia beramal karena Allah.