Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

209. أَوْجَبَ عَلَيْكَ وُجُودَ خِدْمَتِهِ، وَمَا أَوْجَبَ عَلَيْكَ إِلاَّ دُخُولَ جَنَّتِهِ.

Allah mewajibkan kepadamu berbuat taat, padahal yang sebenarnya hanya mewajibkan kepadamu masuk ke dalam surgaNya (dan tiada mewajibkan apa-apa kepadamu hanya semata-mata supaya masuk ke dalam surgaNya). Sebenarnya segala kewajiban-kewajiban yang diwajibkan oleh Allah kepada hamba semua itu semata-mata untuk kepentingan dan kemaslahatan hamba-hamba itu sendiri, sedang Allah sedikitpun tidak ada kepentingan manfaat atau madharrat. Abul Hasan Asshadzily berkata : Hendaknya engkau mempunyai satu wirid, yang tidak engkau lupakan selamanya, yaitu mengalahkan hawa nafsu dan cinta kepada Tuhan Allah swt. Nafas manusia ini sebagai amanat dari Tuhan, dan sebagai titipan wadah yang harus diisi. Dan hak ke Tuhanan tetap berlaku pada tiap detik yang harus dilakukan oleh hamba.

Abul-Hasan berkata : Pada tiap waktu (saat/detik) ada bagian yang mewajibkan kepadamu hai manusia terhadap Tuhan swt.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

123. وُرُودُ الْإِمْدَادِ بِحَسَبِ الاِسْتِعْدَادِ، وَشُرُوقُ الْأَنْوَارِ عَلَى حَسَبِ صَفَاءِ الْأَسْرَارِ.

Datangnya kurnia bantuan Allah itu menurut persiapan, dan terbitnya nur cahaya ilahi menurut bersihnya (jernihnya) hati. Karena itu ada tuntunan : Bersihkan hatimu dari segala sesuatu selain Allah, niscaya Kami (Allah) akan mengisi (memenuhi)nya dengan pengertian- pengertian ma'rifat dan rahasia-rahasia keyakinan. Karena itu tiap-tiap waarid (pemberian kurnia) itu tergantung kepada wirid. Apabila wirid itu timbul dari hati yang suci bersih, maka datangnya waarid demikian terang bersihnya, demikian pula bila wirid itu tetap terus, maka waaridnya pun demikian tidak berhenti. Allah tidak akan jemu memberi pahala sehingga kamu jemu beramal.

Hikam Ibnu 'Atoillah

097. الطَّيُّ الْحَقِيقِيُّ أَنْ تُطْوَى مَسَافَةُ الدُّنْيَا عَنْكَ حَتَّى تَرَى الْآخِرَةَ أَقْرَبَ إِلَيْكَ مِنْكَ.

Singkatnya jalan yang sesungguhnya, ialah jika terlipat untukmu jarak-jarak dunia ini, sehingga engkau dapat melihat akherat itu lebih dekat kepadamu daripada dirimu sendiri. Ath-thayyu : Terlipatnya bumi, sehingga jarak yang sejauh- jauhnya dapat ditempuh dengan satu langkah sudah sampai. Ath-thayyu, juga berarti menghabiskan masa siang malam dengan sembahyang dan puasa semata-mata. Dalam lain keterangan Ibn Atha Allah berkata : Andaikan nur keyakinan itu telah terbit terang dalam hatimu, pasti engkau akan dapat melihat akherat itu lebih dekat kepadamu daripada engkau akan pergi ke sana, dan pasti dapat melihat segala keindahan dunia ini diliputi oleh suramnya kerusakan/kehancuran yang bakal menimpa kepadanya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

075. خَفْ مِنْ وُجُودِ إِحْسَانِهِ إِلَيْكَ وَدَوَامِ إِسَاءَتِكَ مَعَهُ أَنْ يَكُونَ ذٰلِكَ اسْتِدْرَاجًا لَكَ، سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُونَ.

Hendaknya kau merasa takut jika kau selalu mendapat kurnia Allah, sebaliknya kau tetap dalam perbuatan maksiat kepadaNya jangan sampai kurnia itu semata-mata istidraj (dilulu) oleh Allah. Sebagaimana firman Allah :

سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ (الأعراف: ١٨٢)

Akan aku lulu (putar) mereka itu dengan jalan yang mereka tidak mengetahui (tidak sadar). Istidraj : Yaitu mengulur, memberi terus menerus supaya bertambah lupa kemudian dibinasakan, juga berarti memperdaya.

Firman Allah :

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ (الأنعام: ٤٤)

Maka ketika mereka telah melupakan apa yang telah diperingat- kan kepada mereka. Kami bukakan bagi mereka segala jalan, sehingga apabila mereka telah mabuk gembira terhadap segala hasil usahanya. Kami tangkap dengan tiba-tiba, sehingga mereka mengalami dan merasa gagal total, dan putus harapan sama sekali.

(Al-An'aam 44).

Demikian contoh istidraj : Tiap berbuat dosa ditambah dengan nikmat, dan dilupakan minta ampun istighfar.

Disalin