Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

189. الْفَاقَاتُ بُسُطُ الْمَوَاهِبِ.

Berbagai macam ujian bala’ (serta kekurangan) itu, bagaikan hamparan untuk hidangan pemberian-pemberian kurnia Allah. • Apabila Allah akan memberi kurnia besar kepada seorang hamba- Nya, tetapi ternyata dari amal ibadah lahirnya, tidak mencukupi untuk menerima pemberian itu, maka Allah menguji padanya dengan bala’, dan di situlah tertebusnya berbagai dosa, kemudian dinaikkan ke tingkat yang telah disediakanNya itu.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

214. تَمَكُّنُ حَلاَوَةِ الْهَوَى مِنَ الْقَلْبِ هُوَ الدَّاءُ الْعُضَالُ.

Meresapnya rasa manisnya hawa nafsu dalam hati merupakan penyakit yang sukar diobatinya (disembuhkan). Hati itu tempat iman keyakinan dan ma'rifat, dan semua itu sebagai obat, tetapi apabila kecintaan kepada dunia dan syahwat telah menguasai/ memenuhi hati, maka tidak ada tempat untuk obatnya, maka disitulah letak kesukaran untuk mengobatinya, sehingga sukar disembuhkannya.

Rasulullah saw. bersabda :

حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيئَةٍ.

Cinta kepada dunia itulah induk/pokok dari segala dosa.

Hikam Ibnu 'Atoillah

161. رُبَّمَا أَفَادَكَ فِي لَيْلِ الْقَبْضِ مَا لَمْ تَسْتَفِدْ فِي شَرَقِ نَهَارِ الْبَسْطِ، لاَ تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا.

Mungkin engkau mendapat kurnia ilmu ma'rifat pada saat gelapnya kesedihan, apa-apa yang tidak engkau dapatkan pada saat terangnya nikmat kesenangan. Kamu tidak mengetahui yang manakah yang lebih dekat bagimu manfaat keuntungannya. Adakalanya manusia karena nikmat ia jatuh binasa, dan adakalanya juga karena bala', maka ia mendapat karunia yang sebesar-besarnya dari taufiq hidayat serta iman dan ma'rifat terhadap Allah. Karena manusia tidak mengetahui maka sebaiknya ia menyerah dengan rela dan tidak rewel terhadap pemberian dan aturan Allah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

183. عَلِمَ أَنَّ الْعِبَادَ يَتَشَوَّفُونَ إِلَى ظُهُورِ سِرِّ الْعِنَايَةِ، فَقَالَ: يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ، وَعَلِمَ أَنَّهُ لَوْ خَلاَّهُمْ وَذٰلِكَ لَتَرَكُوا الْعَمَلَ اعْتِمَادًا عَلَى الْأَزَلِ، فَقَالَ: إِنَّ رَحْمَةَ اللهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ.

Allah telah mengetahui bahwa semua hamba -hamba ingin mendapat rahasia (kebesaran) kurnia Allah berrfirman : Allah

sendiri yang menentukan rahmat kurnia yang benar itu pada siapa yang dikehendakiNya. Juga Allah yang mengetahui andaikan manusia (para hamba) itu dibiarkan begitu saja, mungkin mereka meninggalkan amal usaha karena berserah kepada keputusan Azal, karena itu Allah berfirman : Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat pada orang-orang yang berbuat kebaikan dan memperbaiki amal perbuatannya. Semua orang ingin untuk mencapai rahasia kurnia yang besar-besar, maka karenanya mereka kejar dengan doa dan amal shalih tetapi lalu Allah berfirman : Allah sendiri yang menentukan rahmatNya itu terhadap siapa yang dipilihNya sendiri. Allah lebih mengetahui di mana la meletakkan risalahNya. Tetapi di samping itu Allah tidak mematahkan hati semangat orang yang akan menginginkannya, karena itu Allah menunjukkan tanda-tanda yang mendekatinya, ialah mereka yang berbuat baik, dan memperbaiki perbuatan amal usahanya. Bukan amal kebaikan itu yang mendatangkan/menyebabkan tibanya kurnia, hanya ia sebagai tanda belaka, tetapi tidak mempengaruhi kehendak putusan Allah dan kebijaksanaanNya.

Disalin