Nur cahaya yang dicapai dengan panca indera menerangkan bagimu bekas-bekas buatan Allah yang berupa benda, sebaliknya nur iman keyakinan dapat menunjukkan kamu hakikat sifat-sifat Allah. Dengan nur cahaya matahari engkau melihat benda-benda alam, tetapi dengan nur iman keyakinan engkau dapat langsung melihat kepada Allah yang menjadikan benda alam.
085. خَيْرُ مَا تَطْلُبُهُ مِنْهُ مَا هُوَ طَالِبُهُ مِنْكَ.
Sebaik-baik yang harus engkau minta dari Allah, ialah apa- apa yang Allah menyuruh kamu. Yakni sebaik-baik yang harus engkau minta kepada Allah supaya engkau tetap iman, patuh taat pada semua perintah dan larangan, istigamah dalam pengabdian diri ke hadirat Allah. Itulah sebaik-baik yang harus engkau minta, baik untuk dunia maupun untuk akherat, sebab hanya itulah bahagia yang tiada tara bandingannya. Karena itu sebaik-baik doa :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.
Ya Allah aku mohon kepadaMu, ridhaMu, dan surga, dan aku berlindung kepadaMu dari murkaMu dan api neraka.
Sebaik-baik yang harus engkau minta dari Allah, ialah apa- apa yang Allah menyuruh kamu. Yakni sebaik-baik yang harus engkau minta kepada Allah supaya engkau tetap iman, patuh taat pada semua perintah dan larangan, istigamah dalam pengabdian diri ke hadirat Allah. Itulah sebaik-baik yang harus engkau minta, baik untuk dunia maupun untuk akherat, sebab hanya itulah bahagia yang tiada tara bandingannya. Karena itu sebaik-baik doa :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.
Ya Allah aku mohon kepadaMu, ridhaMu, dan surga, dan aku berlindung kepadaMu dari murkaMu dan api neraka.
114. أَنَارَ الظَّوَاهِرَ بِأَنْوَارِ آثَارِهِ، وَأَنَارَ السَّرَائِرَ بِأَنْوَارِ أَوْصَافِهِ، لِأَجْلِ ذٰلِكَ أَفَلَتْ أَنْوَارُ الظَّوَاهِرِ وَلَمْ تَأْفُلْ أَنْوَارُ الْقُلُوبِ وَالسَّرَائِرِ، وَلِذٰلِكَ قِيلَ: إِنَّ شَمْسَ النَّهَارِ تَغْرُبُ بِاللَّيْلِ، وَشَمْسَ الْقُلُوبِ لَيْسَتْ تَغِيبُ.
Allah telah menerangi alam dengan cahaya makhluknya, dan menerangi hati dengan nur (cahaya) sifatnya, maka karena itu terbenam cahaya alam dan tidak dapat terbenam nur (cahaya) hati dan sir. Kata seorang syair : "Sesungguhnya matahari siang itu terbenam di waktu malam". "Tetapi matahari hati tidak pernah terbenam" Sahl bin Abdullah ketika ditanya tentang makanan (qut) Jawabnya : Huwa alhayyul ladzi laa yamut (la yang hidup dan tiada mati). Penanya berkata : Saya tidak bertanya tentang makanan itu, telapi makanan yang menegakkan (menguatkan) Jawabnya : Ilmu. Ketika ditanya : Makanan sehari-hari yang lazim ? Jawabnya : Dzikir. Ditanya : makanan jasmani ? Jawabnya : Apa urusanmu dengan jasmani, biarkan pada yang membuat pada mulanya dia akan mengurusi selanjutnya, jika ada kerusakan kembalikan kepada yang membuat, tidakkah sudah lazim, buatan sesuatu jika rusak dikembalikan kepada yang membuat untuk diperbaiki. Allah menerangi alam dengan nur (cahaya) bulan, bintang dan matahari yang semua itu makhluk yang rusak dan berubah, tetapi Allah menerangi hati (sir) dengan nur (cahaya), ilmu dan ma'rifat yang langsung dari sifat-sifat Allah, maka karenanya tidak dapat suram terbenam.
Allah telah menerangi alam dengan cahaya makhluknya, dan menerangi hati dengan nur (cahaya) sifatnya, maka karena itu terbenam cahaya alam dan tidak dapat terbenam nur (cahaya) hati dan sir. Kata seorang syair : "Sesungguhnya matahari siang itu terbenam di waktu malam". "Tetapi matahari hati tidak pernah terbenam" Sahl bin Abdullah ketika ditanya tentang makanan (qut) Jawabnya : Huwa alhayyul ladzi laa yamut (la yang hidup dan tiada mati). Penanya berkata : Saya tidak bertanya tentang makanan itu, telapi makanan yang menegakkan (menguatkan) Jawabnya : Ilmu. Ketika ditanya : Makanan sehari-hari yang lazim ? Jawabnya : Dzikir. Ditanya : makanan jasmani ? Jawabnya : Apa urusanmu dengan jasmani, biarkan pada yang membuat pada mulanya dia akan mengurusi selanjutnya, jika ada kerusakan kembalikan kepada yang membuat, tidakkah sudah lazim, buatan sesuatu jika rusak dikembalikan kepada yang membuat untuk diperbaiki. Allah menerangi alam dengan nur (cahaya) bulan, bintang dan matahari yang semua itu makhluk yang rusak dan berubah, tetapi Allah menerangi hati (sir) dengan nur (cahaya), ilmu dan ma'rifat yang langsung dari sifat-sifat Allah, maka karenanya tidak dapat suram terbenam.
151. أَبَاحَ لَكَ أَنْ تَنْظُرَ مَا فِي الْمُكَوَّنَاتِ، وَمَا أَذِنَ لَكَ أَنْ تَقِفَ مَعَ ذَوَاتِ الْمُكَوَّنَاتِ، قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمٰوَاتِ، فَتَحَ لَكَ بَابَ الْأَفْهَامِ، وَلَمْ يَقُلِ انْظُرُوا السَّمٰوَاتِ، لِئَلاَّ يَدُلَّكَ عَلَى وُجُودِ الْأَجْرَامِ.
Allah mengizinkan engkau melihat alam şekitarmu, tetapi Allah tidak mengizinkan engkau berhenti pada benda-benda alam, sebagaimana firman Allah : Katakanlah : Perhatikanlah apa yang di langit-langit itu Allah membukakan bagimu jalan untuk mengerti, karena itu ia tidak berkata : Perhatikanlah langit-langit itu. Supaya tidak menunjukkan kepadamu adanya benda-benda itu. Sebab benda-benda itu adalah buatan yang rusak dan tidak kekal, maka jangan sampai tertipu sehingga kau kirakan berdiri sendiri, seolah-olah terlepas dari ketentuan Allah. Dalam kitab Latha'iful-iman tersebut : Alam benda ini tidak ditegakkan untuk engkau perhatikan, tetapi untuk engkau perhatikan padanya kebesaran kekuasaan Tuhan yang mengatur.
Allah mengizinkan engkau melihat alam şekitarmu, tetapi Allah tidak mengizinkan engkau berhenti pada benda-benda alam, sebagaimana firman Allah : Katakanlah : Perhatikanlah apa yang di langit-langit itu Allah membukakan bagimu jalan untuk mengerti, karena itu ia tidak berkata : Perhatikanlah langit-langit itu. Supaya tidak menunjukkan kepadamu adanya benda-benda itu. Sebab benda-benda itu adalah buatan yang rusak dan tidak kekal, maka jangan sampai tertipu sehingga kau kirakan berdiri sendiri, seolah-olah terlepas dari ketentuan Allah. Dalam kitab Latha'iful-iman tersebut : Alam benda ini tidak ditegakkan untuk engkau perhatikan, tetapi untuk engkau perhatikan padanya kebesaran kekuasaan Tuhan yang mengatur.