Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

143. أَنْتَ إِلَى حِلْمِهِ إِذَا أَطَعْتَهُ أَحْوَجُ مِنْكَ إِلَى حِلْمِهِ إِذَا عَصَيْتَهُ.

Engkau lebih membutuhkan maaf dan kesabaran Allah, ketika engkau berbuat taat, melebihi daripada kebutuhan ketika engkau berbuat maksiat dosa. Kemuliaan seorang hamba hanya ketika bersandar diri kepada Tuhannya, dan jatuhnya seorang hamba bila ia telah melihat dan berbangga dengan dirinya sendiri. Sedang manusia ketika berbuat taat merasa dirinya sudah baik lalu berbangga dengan amal perbuatannya itu, kemudian menghina pada lain orang. Padahal amal perbuatannya itu jika dikoreksi dalam hal keikhlasannya tidak mungkin akan diterima, bahkan amal itu semua hanya amal perbuatan yang palsu dan tidak berharga di sisi Allah. Allah telah menurunkan wahyu kepada seorang Nabi : Beritahukan kepada hamba-hambaKu yang siddiqin (yang sungguh-sungguh beribadat kepadaKu), janganlah kamu tertipu oleh kesombongan dengan amal per- buatanmu itu, karena apabila Aku menegakkan benar-benar keadilanKu pasti Aku akan menyiksa mereka dan tidak (bukan) suatu kedzaliman terhadap mereka. Dan katakan kepada hamba-hambaKu yang telah berbuat dosa : Janganlah kamu berputus harapan dari rahmatKu, sebab tidak ada suatu dosa yang tidak dapat Aku ampunkan. Abu Yazid Al-Bustamy berkata : Tobat karena berbuat maksiat itu cukup hanya satu kali, sedang tobat setelah berbuat taat harus seribu kali, sebab taat yang diliputi oleh ujub sombong itu berubah menjadi maksiat yang besar, dan orang tidak akan menyadarinya. Sebagaimana terjadi jatuhnya iblis dari singgasana kehormatannya.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

078. قَوْمٌ أَقَامَهُمُ الْحَقُّ لِخِدْمَتِهِ، وَقَوْمٌ اخْتَصَّهُمْ بِمَحَبَّتِهِ، كُلاًّ نُّمِدُّ هٰؤُلاَءِ وَهٰؤُلاَءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ، وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا.

Ada kaum yang oleh Allah didudukkan dalam bagian ibadat semata-mata dan ada kaum yang diistimewakan oleh Allah dengan kecintaanNya. Untuk masing-masing Kami (Allah) memberi Kurnia dan pemberian-pemberian, dan pemberian Tuhanmu tidak terbatas. Allah sendiri yang memilih hambanya, maka ada yang dipilih untuk melaksanakan ibadat yang lahir ialah mereka para aabid dan zahid, dan ada pula yang dipilih oleh Allah untuk kesayangan (kekasih) Allah dan mereka ini orang-orang aarif muhibbin yang tidak ada tempat dalam hati mereka kecuali dzikrullah semata-mata. Menganggap dunia ini kosong tidak ada apa-apa kecuali Allah yang menciptakan dan melaksanakan segala sesuatunya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

004. أَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيرِ، فَمَا قَامَ بِهِ غَيْرُكَ عَنْكَ لاَ تَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ.

Istirahatkan dirimu/fikiranmu daripada kerisauan mengatur kebutuhan duniamu, sebab apa yang sudah dijamin/diselesaikan oleh lainmu, tidak usah kau sibuk memikirkannya . Sebagai seorang hamba wajib dan harus melulu mengenal kewajiban, sedang jaminan upah ada ditangan majikan, maka tidak usah risau fikiran perasaan untuk mengatur, karena kuatir kalau apa yang telah dijamin itu tidak tiba, atau terlambat, sebab ragu terhadap jaminan Allah tanda kurangnya iman.

Hikam Ibnu 'Atoillah

207. قَيَّدَ الطَّاعَاتِ بِأَعْيَانِ الْأَوْقَاتِ كَيْ لاَ يَمْنَعَكَ عَنْهَا وُجُودُ التَّسْوِيفِ، وَوَسَّعَ عَلَيْكَ الْوَقْتَ كَيْ تَبْقَى لَكَ حِصَّةُ الاِخْتِيَارِ.

Allah sengaja mengikat amal taat itu dengan waktu yang tertentu untuk tidak menahan engkau daripada mengerjakannya karena kebiasaan keteledoran dan kemalasanmu yang suka menunda- nunda, tetapi Allah memperluas waktunya supaya tetap ada bagimu kesempatan memilih waktu yang lebih tepat/ringan atau lebih khusyuk. Sebab apabila waktu itu tidak ditetapkan, niscaya manusia akan menunda-nunda yang akhirnya tidak sampai berbuat, dan diperluas waktu bagi orang yang betul-betul masih sibuk, sehingga ia berbuat setelah tenang dan dapat mengerjakan dengan lebih sempurna.

Disalin