Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

129. الصَّلاَةُ طُهْرَةٌ لِلْقُلُوبِ مِنْ أَدْنَاسِ الذُّنُوبِ، وَاسْتِفْتَاحٌ لِبَابِ الْغُيُوبِ.

Sembahyang itu sebagai penyucian hati dari kotoran dosa, dan untuk pembuka pintu ghaib. ตา Abd pads thelane) 103

Rasulullah saw. bersabda : Sesungguhnya perumpamaan sembahyang itu, bagaikan sungai mengalir di muka pintu salah seorang, maka ia mandi daripadanya tiap hari lima kali, apakah ada sisa dari kotorannya ? Jawab sahabat : Tidak ada sisa kotorannya sedikitpun. Maka sabda Nabi saw. : Demikian pula contoh dari sembahyang lima waktu, menghapuskan dosa. Juga sembahyang sebagai pembuka pintu ghaib, sebab bila hati telah bersih dan selalu berhubungan dengan Tuhannya, pasti lambat laun akan terbuka baginya tirai/pintu ghaib.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

264. وِجْدَانُ ثَمَرَاتِ الطَّاعَاتِ عَاجِلاً بِشَارَاتُ الْعَامِلِينَ بِوُجُودِ الْجَزَاءِ آجِلاً.

Terasanya kelezatan buah taat ketika hidup di dunia, sebagai bukti (berita gembira) bagi orang yang beramal, atas adanya pahala yang segera (kontan) di akhirat kelak. Rasulullah saw. telah bersabda : Pasti akan dapat merasakan kelezatan iman, siapa yang benar-benar rela ber-Tuhan kepada Allah, bernabikan Nabi Muhammad dan beragama Islam.

Buah iman itu ialah bertambahnya keyakinan, merasa senang melakukan ibadah, bertambah puas menerima segala ajaran tuntunan Allah dan Rasulullah saw. Maka siapa yang dapat merasakan semua itu, sebagai tanda diterima amal dan akan mendapat pembalasan pahala kelak di akhirat, sebagaimana telah mendapat rasa lezat dan enaknya di dunia.

Hikam Ibnu 'Atoillah

055. مَا قَلَّ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ زَاهِدٍ، وَلاَ كَثُرَ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ رَاغِبٍ.

Tidak dapat dianggap kecil/sedikit amal perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas (sepi ing pamrih) dan tidak dapat dianggap banyak amal yang dilakukan oleh seorang yang tidak ikhlas.

Ali bin Abi Thalib ra. berkata : Tumpahkan semua hasrat keinginanmu itu kepada usaha untuk diterimanya amal perbuatanmu, sebab tidak dapat dianggap kecil/sedikit amal perbuatan yang diterima oleh Allah :

Firman Allah :

اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ المُتَّقِيْنَ.

Sesungguhnya Allah hanya menerima amal perbuatan dari orang yang bertakwa (ikhlas baginya, dan tepat menurut ajarannya).

Abdullah bin Mas'ud ra. berkata : Dua rakaat yang dilakukan oleh orang alim yang mengerti dan ikhlas (tidak rakus kepada dunia), lebih baik dari ibadat orang-orang ahli ibadat sepanjang masa. Abu Sulaiman Addarany bertanya kepada Ma'ruf Al-Karkhi : Mengapakah orang-orang itu kuat taat sampai sedemikian rupa banyaknya? Jawabnya : Karena mereka telah membersihkan hati mereka daripada cinta kepada dunia, andaikata masih ada sedikit cinta dunia, tidak akan diterima dari mereka amal perbuatan itu. Seorang shalih mengeluh kepada Abu Abdilah Alqurasyi; bahwa ia telah berbuat berbagai amal kebaikan, tetapi belum bisa merasakan kelezatan amal kebaikan itu dalam hatinya. Jawab Abu Abdullah Alqurasyi : Karena engkau masih memelihara puteri iblis yaitu kesenangan dunia, dan lazimnya ayah itu selalu berziarah kepada puterinya.

Disalin