Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

091. الْعَارِفُونَ إِذَا بُسِطُوا أَخْوَفُ مِنْهُمْ إِذَا قُبِضُوا، وَلاَ يَقِفُ عَلَى حُدُودِ الْأَدَبِ فِي الْبَسْطِ إِلاَّ قَلِيلٌ.

Orang aarif jika merasa lapang lebih kuatir (takut), dari pada jika berada dalam kesempitan, dan tidak dapat tegak di batas-batas adab dalam keadaan lapang itu kecuali sedikit sekali.

Abu Bakar Assiddiq ra. berkata : Kami diuji dengan kesukaran, maka kami tahan sabar, tetapi ketika diuji dengan kesenangan (kelapangan), hampir tidak sabar (tahan). Yusuf bin Husain Arrazy menulis surat kepada Al-Junaid : Semoga Allah tidak memberi kepadamu rasa kelezatan hawa nafsumu, sebab jika engkau merasakan kelezatannya, maka tidak akan merasakan kebaikan untuk selamanya.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

240. إِنْ رَغَّبَتْكَ الْبِدَايَاتُ زَهَّدَتْكَ النِّهَايَاتُ، إِنْ دَعَاكَ إِلَيْهَا ظَاهِرٌ نَهَاكَ عَنْهَا بَاطِنٌ.

Jika engkau tertarik oleh permulaannya, pandangan luarnya (lahir), maka akan menjemukan engkau pada akhirnya jika engkau terpengaruh oleh pandangan lahir, maka akan dilarang oleh hakekat batinnya (akan dicegah oleh hakikat batinnya). Memang kedudukan itu pada lahirnya menarik tetapi pada hakikatnya amanat yang berat jarang orang yang selamat dari bahaya firnahnya.

Firman Allah :

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ (الحديد: ٢٠)

Ketahuilah bahwa penghidupan dunia, hanya main-main, dan hiburan dan perhiasan, dan bangga-banggaan di antara kamu dan berlomba memperbanyak harta dan anak buah. Bagaikan air hujan yang mengagumkan petani hasil tanamannya, kemudian berubah menjadi kering, maka terlihat menguning warnanya, kemudian menjadi sampah (bahan bakar), sedang di akherat tersedia siksa yang berat, disamping ada pula peng- ampunan Allah dan keridhaanNya. Dan tiadalah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu. (Alhadid 20).

Rasulullah saw. bersabda :

حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيئَةٍ.

Cinta pada dunia itu pokok dari segala dosa.

Hikam Ibnu 'Atoillah

273. الْفِكْرَةُ سَيْرُ الْقَلْبِ فِي مَيَادِينِ الْأَغْيَارِ.

Fikir itu ialah jalannya perasaan hati di dalam lapangan makhluk benda-benda alam ini. Berfikir yang dianjurkan Allah kepada makhluknya, ialah memperhatikan kebesaran kekuasaan Allah yang telah dijelmakan pada makhluk yang dijadikan di alam ini. Rasulullah saw. melihat suatu kaum, maka ditanya : Mengapakah 1 kamu? Jawab mereka: Kami sedang memikirkan dzat Allah. Maka sabda Nabi : Berfikirlah (perhatikanlah) makhluk Allah, dan jangan memikirkan dzat Allah, maka sungguh kamu tidak dapat memper- kirakannya (menjangkaunya), atau membatasi kebésaranNya.

Disalin