Nur (cahaya-cahaya) iman, keyakinan dan dzikir itu semua sebagai kendaraan yang dapat mengantarkan hati manusia ke hadirat Allah serta menerima segala rahasia daripadaNya.
005. اِجْتِهَادُكَ فِيمَا ضُمِنَ لَكَ وَتَقْصِيرُكَ فِيمَا طُلِبَ مِنْكَ دَلِيلٌ عَلَى انْطِمَاسِ الْبَصِيرَةِ مِنْكَ.
Kerajinanmu untuk mencapai apa-apa yang telah dijamin pasti akan sampai kepadamu, disamping keteledoranmu terhadap kewajiban- kewajiban yang telah diamanatkan (ditugaskan) kepadamu, membukti- kan butanya mata hatimu.
Firman Allah :
وَكَأَيِّن مِّن دَابَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (العنكبوت: ٦٠)
*Beberapa banyak binatang yang melata yang tidak sanggup membawa rizginya (makanan kebutuhannya), Allah yang menjamin rizqinya, juga terhadap kamu". (S. Al-Ankabuut 60)
Firman Allah :
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ (طه : ١٣٢)
Perintahkan kepada keluargamu supaya sembahyang, dan sabarlah dalam melaksanakannya, Kami (Allah) tidak menuntut kamu supaya mencari rizki, Kami (Allah) yang menjamin rizkimu, dan akibat (kemenangan yang terakhir) bagi orang yang bertakwa".
(S. Thaha 132).
Kerjakan apa yang menjadi kewajibanmu terhadap Kami, dan Kami melengkapi bagimu bagian Kami. Disini ada dua : satu, yang dijamin oleh Allah, maka jangan menuduh (su'udhan) terhadap Allah Kedua, yang dituntut oleh Allah, maka jangan kau abaikan .
عَبْدِي أَطِعْنِي فِيمَا أَمَرْتُكَ وَلَا تُعَلِّمْنِي مَا يُصْلِحُكَ
Hambaku taatilah semua perintah-Ku, dan jangan memberitahu kepada-Ku apa yang baik bagimu, (atau jangan mengajari kepada- Ku apa yangmenjadi hajat kebutuhanmu). Mengapakah orang-orang mengagungkan orang yang kaya, pemboros dan menghina ahli-ahli ibadat, dan mengikuti tuntunan Qur'an hanya yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, sedang yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya ditinggalkan (diabaikan), padahal yang demikian itu berarti mempercayai sebagian kitab Allah, dan mengabaikan (kafir) terhadap sebagian isi kitab Allah. Mereka berusaha untuk mencapai apa-apa yang dapat dicapai tanpa usaha yaitu bagian yang pasti tiba dan ajal yang tertentu, dan rizki yang menjadi bagiannya, tetapi tidak berusaha untuk mencapai apa yang tidak dapat dicapai kecuali dengan usaha, yaitu pahala- pahala yang besar dan amal-amal ibadat dan dagangan yang tidak akan rusak".
Ibrahim Alkhawwash berkata :
لَا تَتَكَلَّفْ مَا كُفِيتَ وَلَا تُضَيِّعْ مَا اسْتُكْفِيتَ
Jangan memaksa diri untuk mencapai apa yang telah dijamin (dicukupi), dan jangan menyia-nyiakan (mengabaikan) apa yang di amanatkan (ditugaskan) kepadamu. Oleh sebab itu, maka siapa yang berusaha untuk mencapai apa yang sudah dijamin, dan mengabaikan apa yang ditugaskan kepadanya, maka berarti buta mata hatinya, karena sangat bodohnya.
Kerajinanmu untuk mencapai apa-apa yang telah dijamin pasti akan sampai kepadamu, disamping keteledoranmu terhadap kewajiban- kewajiban yang telah diamanatkan (ditugaskan) kepadamu, membukti- kan butanya mata hatimu.
Firman Allah :
وَكَأَيِّن مِّن دَابَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (العنكبوت: ٦٠)
*Beberapa banyak binatang yang melata yang tidak sanggup membawa rizginya (makanan kebutuhannya), Allah yang menjamin rizqinya, juga terhadap kamu". (S. Al-Ankabuut 60)
Firman Allah :
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ (طه : ١٣٢)
Perintahkan kepada keluargamu supaya sembahyang, dan sabarlah dalam melaksanakannya, Kami (Allah) tidak menuntut kamu supaya mencari rizki, Kami (Allah) yang menjamin rizkimu, dan akibat (kemenangan yang terakhir) bagi orang yang bertakwa".
(S. Thaha 132).
Kerjakan apa yang menjadi kewajibanmu terhadap Kami, dan Kami melengkapi bagimu bagian Kami. Disini ada dua : satu, yang dijamin oleh Allah, maka jangan menuduh (su'udhan) terhadap Allah Kedua, yang dituntut oleh Allah, maka jangan kau abaikan .
عَبْدِي أَطِعْنِي فِيمَا أَمَرْتُكَ وَلَا تُعَلِّمْنِي مَا يُصْلِحُكَ
Hambaku taatilah semua perintah-Ku, dan jangan memberitahu kepada-Ku apa yang baik bagimu, (atau jangan mengajari kepada- Ku apa yangmenjadi hajat kebutuhanmu). Mengapakah orang-orang mengagungkan orang yang kaya, pemboros dan menghina ahli-ahli ibadat, dan mengikuti tuntunan Qur'an hanya yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, sedang yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya ditinggalkan (diabaikan), padahal yang demikian itu berarti mempercayai sebagian kitab Allah, dan mengabaikan (kafir) terhadap sebagian isi kitab Allah. Mereka berusaha untuk mencapai apa-apa yang dapat dicapai tanpa usaha yaitu bagian yang pasti tiba dan ajal yang tertentu, dan rizki yang menjadi bagiannya, tetapi tidak berusaha untuk mencapai apa yang tidak dapat dicapai kecuali dengan usaha, yaitu pahala- pahala yang besar dan amal-amal ibadat dan dagangan yang tidak akan rusak".
Ibrahim Alkhawwash berkata :
لَا تَتَكَلَّفْ مَا كُفِيتَ وَلَا تُضَيِّعْ مَا اسْتُكْفِيتَ
Jangan memaksa diri untuk mencapai apa yang telah dijamin (dicukupi), dan jangan menyia-nyiakan (mengabaikan) apa yang di amanatkan (ditugaskan) kepadamu. Oleh sebab itu, maka siapa yang berusaha untuk mencapai apa yang sudah dijamin, dan mengabaikan apa yang ditugaskan kepadanya, maka berarti buta mata hatinya, karena sangat bodohnya.
149. لَوْلاَ ظُهُورُهُ فِي الْمُكَوَّنَاتِ مَا وَقَعَ عَلَيْهَا وُجُودُ أَبْصَارٍ، وَلَوْ ظَهَرَتْ صِفَاتُهُ لاَضْمَحَلَّتْ مُكَوَّنَاتُهُ.
Andaikan Allah tidak dhahir pada benda-benda alam ini, tidak mungkin adanya penglihatan padaNya, dan andaikan Allah mendhahirkan sifatNya pasti lenyaplah alam bendaNya.
Firman Allah :
فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا (الأعراف: ١٤٣)
Ketika Allah bertajalli kepada bukit, hancurlah (lenyaplah) bukit itu, sedang Nabi Musa jatuh pingsan.
Rasulullah saw. bersabda : Hijab Allah itu berupa cahaya, andaikan dibuka pasti akan terbakar segala sesuatu yang menghadapinya. n Abdi pada Khalanya)
Andaikan Allah tidak dhahir pada benda-benda alam ini, tidak mungkin adanya penglihatan padaNya, dan andaikan Allah mendhahirkan sifatNya pasti lenyaplah alam bendaNya.
Firman Allah :
فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا (الأعراف: ١٤٣)
Ketika Allah bertajalli kepada bukit, hancurlah (lenyaplah) bukit itu, sedang Nabi Musa jatuh pingsan.
Rasulullah saw. bersabda : Hijab Allah itu berupa cahaya, andaikan dibuka pasti akan terbakar segala sesuatu yang menghadapinya. n Abdi pada Khalanya)
255. لَيْسَ الْمُحِبُّ الَّذِي يَرْجُو مِنْ مَحْبُوبِهِ عِوَضًا أَوْ يَطْلُبُ مِنْهُ غَرَضًا، فَإِنَّ الْمُحِبَّ مَنْ يَبْذُلُ لَكَ، لَيْسَ الْمُحِبُّ مَنْ تَبْذُلُ لَهُ.
Bukan seorang yang mencintai itu yang meminta apa-apa dari yang dicintai, tetapi sesungguhnya seorang yang cinta kasih itu, ialah yang berkorban untukmu, bukan yang engkau memberi apa-apa padanya.
Abu Abdullah Alqurasyi berkata : Hakikat kasih/cinta itu, bila engkau telah dapat memberikan keseluruhanmu kepada yang engkau cinta, sehingga tidak ada sisa apa-apa bagimu. Allah telah menurunkan wahyu kepada Nabi Isa as. : Apabila Aku melihat hati hambaKu, tidak ada padanya cinta dunia dan akhirat, niscaya Aku penuhi hati itu dengan cinta kepadaKu.
Allah telah menurunkan wahyu kepada Nabi Dawud as. : Hai Dawud, sungguh Aku telah mengharamkan cintaKu untuk masuk ke dalam hati di mana dalam hati itu ada cinta kepada lainKu.
Bukan seorang yang mencintai itu yang meminta apa-apa dari yang dicintai, tetapi sesungguhnya seorang yang cinta kasih itu, ialah yang berkorban untukmu, bukan yang engkau memberi apa-apa padanya.
Abu Abdullah Alqurasyi berkata : Hakikat kasih/cinta itu, bila engkau telah dapat memberikan keseluruhanmu kepada yang engkau cinta, sehingga tidak ada sisa apa-apa bagimu. Allah telah menurunkan wahyu kepada Nabi Isa as. : Apabila Aku melihat hati hambaKu, tidak ada padanya cinta dunia dan akhirat, niscaya Aku penuhi hati itu dengan cinta kepadaKu.
Allah telah menurunkan wahyu kepada Nabi Dawud as. : Hai Dawud, sungguh Aku telah mengharamkan cintaKu untuk masuk ke dalam hati di mana dalam hati itu ada cinta kepada lainKu.