Keajaiban yang sangat mengherankan (ajaib) terhadap orang yang lari dari apa yang sangat dibutuhkan, dan tidak dapat lepas dari padanya, dan berusaha mencari apa yang tidak akan kekal padanya. Sesungguhnya bukan mata kepala yang buta, tetapi yang buta ialah matahati yang di dalam dada. Seorang yang melarikan diri dari panggilan Tuhan untuk berbuat ibadat semata-mata karena ingin memuaskan hawa nafsu syahwatnya, nyata-nyata sebagai tanda buta matahatinya, sebab ia telah meng- utamakan bayangan daripada hakikat, mengutamakan yang sementara dan meninggalkan yang kekal abadi, mengutamakan yang rusak daripada yang tetap kekal untuk selamanya.
064. أَوْرَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدَ لِيُخْرِجَكَ مِنْ سِجْنِ وُجُودِكَ إِلَى فَضَاءِ شُهُودِكَ.
Allah memberikan kepadamu (warid kurnianya) supaya engkau keluar/terlepas dari kurungan bentuk kejadian dan sifat-sifatmu, ke alam luar yang berupa ma'rifat mengenal kebesaran kekuasaan dan kurnia Tuhanmu. Dalam tiga pelajaran berkenaan dengan warid (kurnia Tuhan) yang pertama diberikan kepadamu, supaya kau ringan melakukan taat ibadat dan mendekat ke hadirat Allah, tetapi kemungkinan masih kurang ikhlas, maka diturunkan warid yang kedua untuk melepaskan dari tujuan kepada sesuatu selain Allah, sedang warid yang ketiga untuk melepaskan dirimu dari sifat-sifat wujud yang sempit kepada alam melihat kebesaran Tuhan yang tidak terbatas, sehingga lupa kepada diri dan hanya ingat kepada Allah semata-mata.
Allah memberikan kepadamu (warid kurnianya) supaya engkau keluar/terlepas dari kurungan bentuk kejadian dan sifat-sifatmu, ke alam luar yang berupa ma'rifat mengenal kebesaran kekuasaan dan kurnia Tuhanmu. Dalam tiga pelajaran berkenaan dengan warid (kurnia Tuhan) yang pertama diberikan kepadamu, supaya kau ringan melakukan taat ibadat dan mendekat ke hadirat Allah, tetapi kemungkinan masih kurang ikhlas, maka diturunkan warid yang kedua untuk melepaskan dari tujuan kepada sesuatu selain Allah, sedang warid yang ketiga untuk melepaskan dirimu dari sifat-sifat wujud yang sempit kepada alam melihat kebesaran Tuhan yang tidak terbatas, sehingga lupa kepada diri dan hanya ingat kepada Allah semata-mata.
053. لاَ تَصْحَبْ مَنْ لاَ يُنْهِضُكَ حَالُهُ، وَلاَ يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ.
Jangan berkawankan seorang yang tidak membangkitkan semangat taat kepada Allah, amal kelakuannya dan tidak memimpin engkau ke jalan Allah kata-katanya.
Dalam hadits :
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.
Seorang akan mengikuti pendirian (kelakuan) temannya, karena itu tiap orang harus memilih siapakah yang harus didekati sebagai kawan (teman).
Sufyan Astsaury berkata : Siapa yang bergaul dengan orang banyak harus mengikuti mereka, dan siapa mengikuti mereka harus bermuka-muka pada mereka, dan siapa yang bermuka-muka kepada mereka, maka binasa seperti mereka pula.
Sahl bin Abdullah berkata : Berhati-hatilah (jangan) berkawan dengan tiga macam manusia :
1. Pejabat pemerintah yang kejam.
2. Ahli quraa' yang bermuka-muka.
3. Orang tasawuf gadungan (yang bodoh tentang hakikat tasawuf).
Ali bin Abi Thalib ra. berkata: Sejahat-jahat teman yang memaksa engkau bermuka-muka dan memaksa engkau minta maaf atau selalu mencari alasan.
Jangan berkawankan seorang yang tidak membangkitkan semangat taat kepada Allah, amal kelakuannya dan tidak memimpin engkau ke jalan Allah kata-katanya.
Dalam hadits :
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.
Seorang akan mengikuti pendirian (kelakuan) temannya, karena itu tiap orang harus memilih siapakah yang harus didekati sebagai kawan (teman).
Sufyan Astsaury berkata : Siapa yang bergaul dengan orang banyak harus mengikuti mereka, dan siapa mengikuti mereka harus bermuka-muka pada mereka, dan siapa yang bermuka-muka kepada mereka, maka binasa seperti mereka pula.
Sahl bin Abdullah berkata : Berhati-hatilah (jangan) berkawan dengan tiga macam manusia :
1. Pejabat pemerintah yang kejam.
2. Ahli quraa' yang bermuka-muka.
3. Orang tasawuf gadungan (yang bodoh tentang hakikat tasawuf).
Ali bin Abi Thalib ra. berkata: Sejahat-jahat teman yang memaksa engkau bermuka-muka dan memaksa engkau minta maaf atau selalu mencari alasan.
042. اخْرُجْ مِنْ أَوْصَافِ بَشَرِيَّتِكَ عَنْ كُلِّ وَصْفٍ مُنَاقِضٍ لِعُبُودِيَّتِكَ لِتَكُونَ لِنِدَاءِ الحَقِّ مُجِيبًا، وَمِنْ حَضْرَتِهِ قَرِيبًا.
Keluarlah dari sifat-sifat kemanusiaanmu (yakni yang jelek dan rendah), ialah semua sifat yang menyalahi kehambaanmu, supaya mudah bagimu untuk menyambut panggilan Allah dan mendekat kepadaNya. Sifat-sifat manusia yang berhubungan dengan faham agama terbagi dua : Lahir yaitu yang dilakukan dengan anggota jasmani, dan Batin yaitu yang berlaku dalam hati (rohani). Sedang yang berhubungan dengan anggota lahir juga terbagi dua : Yang sesuai dengan perintah bernama taat dan yang menyalahi perintah bernama maksiat. Demikian pula yang berhubungan dengan hati terbagi dua : Yang sesuai dengan hakikat (kebenaran) bernama iman dan ilmu, dan yang berlawanan dengan hakikat kebenaran bernama nifaq dan kebodohan. Sifat-sifat yang jelek (rendah) yaitu : Hasud, iri hati, dengki, sombong, mengadu domba, merampok dan gila pangkat, sangat cinta pada dunia, dan tamak, rakus dan lain-lain sebagainya. Dan dari sifat-sifat jelek ini akan timbul cabang-cabangnya yang berupa permusuhan kebencian, merendah terhadap orang kaya, menghina orang miskin, bermuka-muka, sempit dada, hilang kepercayaan terhadap jaminan Allah, kejam, tidak malu dan lain-lain sebagainya. Apabila seorang telah dapat mengusir dan membersihkan diri dari sifat-sifat yang rendah, yang bertentangan dengan kehambaan itu, maka pasti ia akan sanggup menerima dan menyambut tuntunan Tuhan baik yang langsung dalam ayat-ayat Qur'an atau yang berupa tuntunan dan contoh yang diberikan oleh Rasulullah saw. Dan dengan demikian berarti ia telah mendekat ke hadirat Tuhan. Sifat ubudiyah (kehambaan) ialah patuh taat terhadap semua perintah dan larangan mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan tanpa membantah dan merasa keberatan.
Keluarlah dari sifat-sifat kemanusiaanmu (yakni yang jelek dan rendah), ialah semua sifat yang menyalahi kehambaanmu, supaya mudah bagimu untuk menyambut panggilan Allah dan mendekat kepadaNya. Sifat-sifat manusia yang berhubungan dengan faham agama terbagi dua : Lahir yaitu yang dilakukan dengan anggota jasmani, dan Batin yaitu yang berlaku dalam hati (rohani). Sedang yang berhubungan dengan anggota lahir juga terbagi dua : Yang sesuai dengan perintah bernama taat dan yang menyalahi perintah bernama maksiat. Demikian pula yang berhubungan dengan hati terbagi dua : Yang sesuai dengan hakikat (kebenaran) bernama iman dan ilmu, dan yang berlawanan dengan hakikat kebenaran bernama nifaq dan kebodohan. Sifat-sifat yang jelek (rendah) yaitu : Hasud, iri hati, dengki, sombong, mengadu domba, merampok dan gila pangkat, sangat cinta pada dunia, dan tamak, rakus dan lain-lain sebagainya. Dan dari sifat-sifat jelek ini akan timbul cabang-cabangnya yang berupa permusuhan kebencian, merendah terhadap orang kaya, menghina orang miskin, bermuka-muka, sempit dada, hilang kepercayaan terhadap jaminan Allah, kejam, tidak malu dan lain-lain sebagainya. Apabila seorang telah dapat mengusir dan membersihkan diri dari sifat-sifat yang rendah, yang bertentangan dengan kehambaan itu, maka pasti ia akan sanggup menerima dan menyambut tuntunan Tuhan baik yang langsung dalam ayat-ayat Qur'an atau yang berupa tuntunan dan contoh yang diberikan oleh Rasulullah saw. Dan dengan demikian berarti ia telah mendekat ke hadirat Tuhan. Sifat ubudiyah (kehambaan) ialah patuh taat terhadap semua perintah dan larangan mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan tanpa membantah dan merasa keberatan.