Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

039. اهْتَدَى الرَّاحِلُونَ إِلَيْهِ بِأَنْوَارِ التَّوَجُّهِ، وَالْوَاصِلُونَ لَهُمْ أَنْوَارُ الْمُوَاجَهَةِ، فَالْأَوَّلُونَ لِلْأَنْوَارِ وَهٰؤُلاَءِ الْأَنْوَارُ لَهُمْ، لِأَنَّهُ لِلَّهِ لاَ لِشَيْءٍ دُونَهُ، قُلِ اللهُ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ.

Orang-orang shalih (yang menuju kepada Allah) telah men- dapatkan hidayat dengan nur (pelita) ibadat yang merupakan amalan untuk tagarrub (mendekat) kepada Allah, sedang orang-orang yang telah sampai, mereka tertarik oleh nur yang langsung dari Tuhan bukan sebagai hasil ibadat, tetapi semata-mata kurnia rahmat Allah. Maka orang-orang shalih menuju ke alam nur, sedangkan yang telah sampai berkecimpungan di dalam nur, sebab orang yang telah sampai itu telah bersih dari segala sesuatu selain Allah. Sebagai firman Allah :

قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ (الأنعام: ٩١)

Katakanlah : Allah, kemudian biarkan yang lain-lain di dalam kesibukan mereka berkecimpung (bermain-main). Hakikat tauhid itu bila telah tidak melihat pengaruh-pengaruh sesuatu selain Allah, dan inilah yang bernama haqqul-yagin, dan melihat, merasa adanya pengaruh dari suatu selain Allah itu hanya permainan belaka, dan itu bersifat penipuan atau munafik. Katakanlah : Allah, yakni jangan menganggap/melihat ada sesuatu selain Allah yang dapat kau harap, kau takuti atau berkuasa sebab semua harapan kepada sesuatu selain Allah berarti syirik, terang atau samar, besar atau kecil dalam pengertian syirik hampir tiada berbeda.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

240. إِنْ رَغَّبَتْكَ الْبِدَايَاتُ زَهَّدَتْكَ النِّهَايَاتُ، إِنْ دَعَاكَ إِلَيْهَا ظَاهِرٌ نَهَاكَ عَنْهَا بَاطِنٌ.

Jika engkau tertarik oleh permulaannya, pandangan luarnya (lahir), maka akan menjemukan engkau pada akhirnya jika engkau terpengaruh oleh pandangan lahir, maka akan dilarang oleh hakekat batinnya (akan dicegah oleh hakikat batinnya). Memang kedudukan itu pada lahirnya menarik tetapi pada hakikatnya amanat yang berat jarang orang yang selamat dari bahaya firnahnya.

Firman Allah :

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ (الحديد: ٢٠)

Ketahuilah bahwa penghidupan dunia, hanya main-main, dan hiburan dan perhiasan, dan bangga-banggaan di antara kamu dan berlomba memperbanyak harta dan anak buah. Bagaikan air hujan yang mengagumkan petani hasil tanamannya, kemudian berubah menjadi kering, maka terlihat menguning warnanya, kemudian menjadi sampah (bahan bakar), sedang di akherat tersedia siksa yang berat, disamping ada pula peng- ampunan Allah dan keridhaanNya. Dan tiadalah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu. (Alhadid 20).

Rasulullah saw. bersabda :

حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيئَةٍ.

Cinta pada dunia itu pokok dari segala dosa.

Hikam Ibnu 'Atoillah

024. يَا عَجَبًا كَيْفَ يَظْهَرُ الْوُجُودُ فِي العَدَمِ، أَمْ كَيْفَ يَثْبُتُ الحَادِثُ مَعَ مَنْ لَهُ وَصْفُ الْقِدَمِ.

Alangkah ajaibnya (sungguh sangat ajaib), bagaimana tampak wujud di dalam adam (tidak ada). Atau bagaimana dapat bertahan sesuatu yang hancur itu, di samping dzat yang bersifat gidam. Yakni sesuatu yang hakikatnya tidak ada bagaimana dapat tampak ada wujudnya. Hakikat adam (tidak ada) itu gelap, sedangkan wujud itu bagaikan nur terang. Demikian pula batil dan hak. Batil itu harus rusak hancur. Sedang hak itulah yang harus tetap kuat bertahan.

Hikam Ibnu 'Atoillah

215. لاَ يُخْرِجُ الشَّهْوَةَ مِنَ الْقَلْبِ إِلاَّ خَوْفٌ مُزْعِجٌ أَوْ شَوْقٌ مُقْلِقٌ.

Tidak dapat mengeluarkan (mengusir) syahwat dari dalam hati kecuali rasa ketakutan yang menggetarkan, atas rindu yang menggelisahkan.

Syahwat hawa nafsu yang sudah mendalam, mempunyai kekuatan yang luar biasa, karena itu maka tidak dapat mengusirnya. Kecuali kekuatan yang lebih besar. Takut yang menggetarkan ialah takut terhadap balasan' siksa Allah, atau rindu pada apa yang dijanjikan oleh Allah. Maka bila ada rasa ketakutan yang sungguh-sungguh atau rindu yang menggelisahkan, maka syahwat hawa nafsu dapat ditekan.

Disalin