Permintaanmu dari Allah mengandung pengertian menuduh Allah, kuatir tidak memberi kepadamu. Dan mintamu kepada Allah supaya mendekatkan dirimu kepadaNya, berarti engkau masih merasa jauh daripadaNya. Dan mintamu kepada Allah untuk mencapai kedudukan dunia akherat, membuktikan tiada malumu kepadaNya, dan permintaanmu kepada sesuatu selain dari Allah menunjukkan jauhmu dari padaNya. Permintaan hamba kepada Allah terbagi dalam empat macam, dan kemudian kesemuanya itu tidak tepat bila diteliti lebih jauh dan mendalam. Permintaan kepada Allah mempunyai pengertian menuduh, sebab sekiranya ia percaya bahwa Allah akan memberi tanpa minta, tidak akan minta, maka karena kuatir tidak diberi apa yang dibutuhkannya menurut pendapatnya, atau menyangka Allah melupakannya, dan lebih jahat lagi bila ia merasa berhak, tetapi oleh Allah belum juga diberi. Dan permintaanmu untuk tagarrub, menunjukkan bahwa engkau merasa ghaib daripadaNya. Sedang permintaanmu sesuatu dari kepentingan- kepentingan duniawi membuktikan tiada malunya dari-padaNya, sebab sekiranya engkau malu dari Allah tentu tidak merasa ada kepentingan bagimu selain mendekatkan kepadaNya. Sedang bila engkau minta d ıri sesuatu selain Allah, membuktikan jauhmu daripadaNya, sebab sekiranya engkau mengetahui bahwa Allah dekat kepadamu tentu engkau takkan minta kepada lainNya. Kecuali permintaan yang semata- mata untuk menurut perintah Allah. Hanya inilah yang tepat benar.
062. إِنَّمَا أَوْرَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدَ لِتَكُونَ بِهِ عَلَيْهِ وَارِدًا.
Sesunggunya Tuhan memberikan kepadamu warid (yaitu ilmu pengertian atau perasaan dalam hati, sehingga mengenal dan merasa benar-benar akan kebesaran kurnia rahmat Allah), hanya semata-mata supaya kau mendekat dan masuk ke hadirat Allah.
Sesunggunya Tuhan memberikan kepadamu warid (yaitu ilmu pengertian atau perasaan dalam hati, sehingga mengenal dan merasa benar-benar akan kebesaran kurnia rahmat Allah), hanya semata-mata supaya kau mendekat dan masuk ke hadirat Allah.
233. لاَ تَطْلُبَنَّ بَقَاءَ الْوَارِدَاتِ بَعْدَ أَنْ بَسَطَتْ أَنْوَارَهَا عَلَيْكَ وَأَوْدَعَتْ أَسْرَارَهَا، فَلَكَ فِي اللهِ غِنًى عَنْ كُلِّ شَيْءٍ، وَلَيْسَ يُغْنِيكَ عَنْهُ شَيْءٌ.
Jangan minta tetapnya itu warid setelah kau merasakan (mendapatkan) buah terangnya nur (cahaya)nya, dan tertangkap semua rahasia-rahasianya, maka cukup bagimu mengabdi kepada Allah sehingga tidak membutuhkan sesuatu yang lainnya, sebab tidak ada sesuatu yang dapat mencukupi sehingga tidak berhajat kepada Allah.
Ketahuilah bahwa semua isi alam, dan segala nur, tingkat-tingkat magam kewalian dan lain-lainnya itu, semata-mata kurnia Allah kepada anak Adam, karena itu manusia tidak boleh bergantung kepada semua itu, adanya itu atau tidak adanya sama saja, tidak boleh menggoncangkan jiwa manusia, selama ada Allah yang memberi itu semua. Dunia dibuat oleh Allah untuk manusia, dan manusia dijadikan untuk mengabdi kepada Allah. Karena itu manusia harus merasa kaya dengan adanya Allah, sehingga tidak boleh menyandar (menggantungkan) pada sesuatu selain Allah.
Jangan minta tetapnya itu warid setelah kau merasakan (mendapatkan) buah terangnya nur (cahaya)nya, dan tertangkap semua rahasia-rahasianya, maka cukup bagimu mengabdi kepada Allah sehingga tidak membutuhkan sesuatu yang lainnya, sebab tidak ada sesuatu yang dapat mencukupi sehingga tidak berhajat kepada Allah.
Ketahuilah bahwa semua isi alam, dan segala nur, tingkat-tingkat magam kewalian dan lain-lainnya itu, semata-mata kurnia Allah kepada anak Adam, karena itu manusia tidak boleh bergantung kepada semua itu, adanya itu atau tidak adanya sama saja, tidak boleh menggoncangkan jiwa manusia, selama ada Allah yang memberi itu semua. Dunia dibuat oleh Allah untuk manusia, dan manusia dijadikan untuk mengabdi kepada Allah. Karena itu manusia harus merasa kaya dengan adanya Allah, sehingga tidak boleh menyandar (menggantungkan) pada sesuatu selain Allah.
164. نُورٌ يُكْشَفُ لَكَ بِهِ عَنْ آثَارِهِ، وَنُورٌ يُكْشَفُ لَكَ بِهِ عَنْ أَوْصَافِهِ.
Nur cahaya yang dicapai dengan panca indera menerangkan bagimu bekas-bekas buatan Allah yang berupa benda, sebaliknya nur iman keyakinan dapat menunjukkan kamu hakikat sifat-sifat Allah. Dengan nur cahaya matahari engkau melihat benda-benda alam, tetapi dengan nur iman keyakinan engkau dapat langsung melihat kepada Allah yang menjadikan benda alam.
Nur cahaya yang dicapai dengan panca indera menerangkan bagimu bekas-bekas buatan Allah yang berupa benda, sebaliknya nur iman keyakinan dapat menunjukkan kamu hakikat sifat-sifat Allah. Dengan nur cahaya matahari engkau melihat benda-benda alam, tetapi dengan nur iman keyakinan engkau dapat langsung melihat kepada Allah yang menjadikan benda alam.