Permintaanmu dari Allah mengandung pengertian menuduh Allah, kuatir tidak memberi kepadamu. Dan mintamu kepada Allah supaya mendekatkan dirimu kepadaNya, berarti engkau masih merasa jauh daripadaNya. Dan mintamu kepada Allah untuk mencapai kedudukan dunia akherat, membuktikan tiada malumu kepadaNya, dan permintaanmu kepada sesuatu selain dari Allah menunjukkan jauhmu dari padaNya. Permintaan hamba kepada Allah terbagi dalam empat macam, dan kemudian kesemuanya itu tidak tepat bila diteliti lebih jauh dan mendalam. Permintaan kepada Allah mempunyai pengertian menuduh, sebab sekiranya ia percaya bahwa Allah akan memberi tanpa minta, tidak akan minta, maka karena kuatir tidak diberi apa yang dibutuhkannya menurut pendapatnya, atau menyangka Allah melupakannya, dan lebih jahat lagi bila ia merasa berhak, tetapi oleh Allah belum juga diberi. Dan permintaanmu untuk tagarrub, menunjukkan bahwa engkau merasa ghaib daripadaNya. Sedang permintaanmu sesuatu dari kepentingan- kepentingan duniawi membuktikan tiada malunya dari-padaNya, sebab sekiranya engkau malu dari Allah tentu tidak merasa ada kepentingan bagimu selain mendekatkan kepadaNya. Sedang bila engkau minta d ıri sesuatu selain Allah, membuktikan jauhmu daripadaNya, sebab sekiranya engkau mengetahui bahwa Allah dekat kepadamu tentu engkau takkan minta kepada lainNya. Kecuali permintaan yang semata- mata untuk menurut perintah Allah. Hanya inilah yang tepat benar.
067. لِلنُّورِ الْكَشْفُ، وَلِلْبَصِيرَةِ الْحُكْمُ، وَلِلْقَلْبِ الْإِقْبَالُ وَالْإِدْبَارُ.
Nur itulah yang menerangi (membuka) dan bashirah (matahati) itulah yang menentukan hukum, dan hati yang melaksanakan atau meninggalkan Nur itulah yang menerangi baik dan buruk, lalu dengan matahati ditetapkan hukum, dan setelah itu maka hatinya yang melaksanakan atau menggagalkannya.
Nur itulah yang menerangi (membuka) dan bashirah (matahati) itulah yang menentukan hukum, dan hati yang melaksanakan atau meninggalkan Nur itulah yang menerangi baik dan buruk, lalu dengan matahati ditetapkan hukum, dan setelah itu maka hatinya yang melaksanakan atau menggagalkannya.
086. الْحُزْنُ عَلَى فِقْدَانِ الطَّاعَةِ مَعَ عَدَمِ النُّهُوضِ إِلَيْهَا مِنْ عَلاَمَاتِ الاِغْتِرَارِ.
Sedih karena tidak dapat melakukan suatu amal ibadat, yang disertai oleh rasa malas untuk melakukannya, itu suatu tanda bahwa ia terpedaya (tertipu) oleh syaithan. Jika ketinggalan suatu amal kebaikan merasa sedih, tetapi bila mendapat kesempatan tidak segera melakukannya, maka itu suatu tanda telah dipermainkan oleh syaithan.
Bersabda Nabi saw. : Sesungguhnya Allah suka pada tiap hati yang selalu berduka cita.
Abu Ali Addaqgad berkata : Seorang yang menyesal, dapat menempuh jalan menuju kepada Allah dalam tempo satu bulan, apa yang tidak dapat ditempuh oleh orang yang tidak merasa menyesal (sedih) dalam beberapa tahun. Karena itu termasuk dalam sifat utama bagi Rasulullah saw. Mutawashilul-ahzan, daa'imu! fikır Rasulullah saw. selalu merasa berduka cita dan selalu berfikir.
Rabi'ah Al-Adawiyah mendengar seorang berkata : Alangkah sedihnya. Maka berkata : Rabi'ah : Katakanlah : Alangkah sedikitnya rasa sedihku, sebab bila engkau benar-benar merasa sedih, tidak berkesempatan untuk bersuka-suka.
Sedih karena tidak dapat melakukan suatu amal ibadat, yang disertai oleh rasa malas untuk melakukannya, itu suatu tanda bahwa ia terpedaya (tertipu) oleh syaithan. Jika ketinggalan suatu amal kebaikan merasa sedih, tetapi bila mendapat kesempatan tidak segera melakukannya, maka itu suatu tanda telah dipermainkan oleh syaithan.
Bersabda Nabi saw. : Sesungguhnya Allah suka pada tiap hati yang selalu berduka cita.
Abu Ali Addaqgad berkata : Seorang yang menyesal, dapat menempuh jalan menuju kepada Allah dalam tempo satu bulan, apa yang tidak dapat ditempuh oleh orang yang tidak merasa menyesal (sedih) dalam beberapa tahun. Karena itu termasuk dalam sifat utama bagi Rasulullah saw. Mutawashilul-ahzan, daa'imu! fikır Rasulullah saw. selalu merasa berduka cita dan selalu berfikir.
Rabi'ah Al-Adawiyah mendengar seorang berkata : Alangkah sedihnya. Maka berkata : Rabi'ah : Katakanlah : Alangkah sedikitnya rasa sedihku, sebab bila engkau benar-benar merasa sedih, tidak berkesempatan untuk bersuka-suka.
040. تَشَوُّفُكَ إِلَى مَا بَطَنَ فِيكَ مِنَ الْعُيُوبِ خَيْرٌ مِنْ تَشَوُّفِكَ إِلَى مَا حُجِبَ عَنْكَ مِنَ الْغُيُوبِ.
Usahamu untuk mengetahui ciri-ciri yang masih ada di dalam dirimu, itu lebih baik dari usahamu untuk terbukanya bagimu tirai ghaib. Kata orang arif : Jadilah hamba Allah yang selalu ingin mencapai Istigamah, dan jangan menjadi hamba yang menuntut keramat. Istigamah berarti menunaikan kewajiban, sedang keramat berarti menuntut kedudukan. Sedang karamah atau kedudukan yang diberikan Allah kepada seorang wali itu, sebagai hasil dari Istigamah. Istiqamah berarti tetap dalam Ubudiyah, tidak berubah iman kepercayaannya kepada Allah, ke Tuhanan Allah, kekuasaan Allah dan kebijaksanaan Allah, baik dalam sehat atau sakit, senang atau susah, suka atau duka, kaya atau miskin.
Usahamu untuk mengetahui ciri-ciri yang masih ada di dalam dirimu, itu lebih baik dari usahamu untuk terbukanya bagimu tirai ghaib. Kata orang arif : Jadilah hamba Allah yang selalu ingin mencapai Istigamah, dan jangan menjadi hamba yang menuntut keramat. Istigamah berarti menunaikan kewajiban, sedang keramat berarti menuntut kedudukan. Sedang karamah atau kedudukan yang diberikan Allah kepada seorang wali itu, sebagai hasil dari Istigamah. Istiqamah berarti tetap dalam Ubudiyah, tidak berubah iman kepercayaannya kepada Allah, ke Tuhanan Allah, kekuasaan Allah dan kebijaksanaan Allah, baik dalam sehat atau sakit, senang atau susah, suka atau duka, kaya atau miskin.