Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

017. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِي ظَهَرَ بِكُلِّ شَيْءٍ.

Bagaimana mungkin akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) yang tampak dhahir pada segala sesuatu. de khalanya)

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

150. أَظْهَرَ كُلَّ شَيْءٍ لِأَنَّهُ الْبَاطِنُ، وَطَوَى وُجُودَ كُلِّ شَيْءٍ لِأَنَّهُ الظَّاهِرُ.

Allah yang mendhahirkan segala sesuatu, karena Dia (Allah) yang bersifat batin, dan Allah melipat adanya segala sesuatu sebab Allah itulah yang dhahir (jelas) pada tiap-tiap sesuatu. Sebab alat penglihatan manusia ini serba gelap, tidak hanya cukup dengan mata dan benda yang dilihat, harus dibantu oleh nur cahaya yang menerangi mata dan benda yang akan dilihat. Sedang Allah itulah yang "Nurus samaawati wal'ardhi" : Allah itulah yang menerangi langit dan bumi.

Hikam Ibnu 'Atoillah

164. نُورٌ يُكْشَفُ لَكَ بِهِ عَنْ آثَارِهِ، وَنُورٌ يُكْشَفُ لَكَ بِهِ عَنْ أَوْصَافِهِ.

Nur cahaya yang dicapai dengan panca indera menerangkan bagimu bekas-bekas buatan Allah yang berupa benda, sebaliknya nur iman keyakinan dapat menunjukkan kamu hakikat sifat-sifat Allah. Dengan nur cahaya matahari engkau melihat benda-benda alam, tetapi dengan nur iman keyakinan engkau dapat langsung melihat kepada Allah yang menjadikan benda alam.

Hikam Ibnu 'Atoillah

083. إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَعْرِفَ قَدْرَكَ عِنْدَهُ فَانْظُرْ فِيمَا ذَا يُقِيمُكَ.

Jika kau ingin mengetahui kedudukanmu di sisi Allah, maka perhatikan di dalam bagian apa Allah menempatkan kau.

Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka hendaknya memperhatikan bagaimana kedudukan Allah dalam hatinya. Maka sesungguhnya Allah menempatkan/men- dudukkan hambaNya, sebagaimana hamba itu mendudukkan Allah dalam *Alfudhail bin Iyaadh ra. berkata : Sesungguhnya seorang hamba dapat melakukan taat ibadat kepada Tuhan itu hanya menurut kedudukannya di sisi Tuhan, atas perasaan imannya terhadap Tuhan, atau kedudukan Tuhan di dalam hatinya.

Wahb bin Munabbih berkata : Saya telah membaca dalam kitab- kitab Allah yang dahulu. Firman Allah :

يَا ابْنَ آدَمَ أَطِعْنِي فِيمَا أَمَرْتُكَ وَلَا تُعَلِّمْنِي مَا يُصْلِحُكَ.

Hai anak Adam, taatilah perintahKu dan jangan engkau beritahu- kan kepadaKu apa kebutuhan yang baik bagimu. (Yakni engkau jangan mengajari kepadaKu apakah yang baik bagimu). Sesungguhnya Aku telah mengetahui kepentingan hambaKu, Aku memuliakan siapa yang patuh pada perintahKu, dan menghina siapa yang meremehkan perintahKu. Aku tidak menghiraukan kepentingan hambaKu, sehingga hambaKu memperhatikan hakKu (yakni kewajibannya terhadap Aku).

Disalin