Bagaimana mungkin akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) yang tampak dhahir pada segala sesuatu. de khalanya)
054. رُبَّمَا كُنْتَ مُسِيئًا فَأَرَاكَ الْإِحْسَانَ مِنْكَ صُحْبَتُكَ لِمَنْ هُوَ أَسْوَأُ حَالاً مِنْكَ.
Kemungkinan engkau berbuat kekeliruan (dosa), maka di- tampakkan kepadamu sebagai kebaikan, oleh karena persahabatanmu kepada orang yang jauh lebih rendah akhlak (Iman) daripadamu. Bersahabat dengan yang lebih rendah budi, iman itu, sangat bahaya, sebab persahabatan itu pengaruh mempengaruhi, percaya mempercayai, sehingga dengan demikian sukar sekali untuk dapat melihat atau mengoreksi kesalahan sahabat yang kita sayangi, bahkan kesetiaan sahabat akan membela kita dalam kesalahan dan dosa kekeliruan itu, yang dengan itu kami pasti akan binasa karenanya. Sedang seorang tidak dapat mengoreksi diri sendiri, kecuali dengan kacamata orang lain, tetapi jika justru kacamata orang lain itu pula san Abd pada Khakonya)
mengelabui kita, maka bahayalah yang pasti menimpa pada kita.
Kemungkinan engkau berbuat kekeliruan (dosa), maka di- tampakkan kepadamu sebagai kebaikan, oleh karena persahabatanmu kepada orang yang jauh lebih rendah akhlak (Iman) daripadamu. Bersahabat dengan yang lebih rendah budi, iman itu, sangat bahaya, sebab persahabatan itu pengaruh mempengaruhi, percaya mempercayai, sehingga dengan demikian sukar sekali untuk dapat melihat atau mengoreksi kesalahan sahabat yang kita sayangi, bahkan kesetiaan sahabat akan membela kita dalam kesalahan dan dosa kekeliruan itu, yang dengan itu kami pasti akan binasa karenanya. Sedang seorang tidak dapat mengoreksi diri sendiri, kecuali dengan kacamata orang lain, tetapi jika justru kacamata orang lain itu pula san Abd pada Khakonya)
mengelabui kita, maka bahayalah yang pasti menimpa pada kita.
040. تَشَوُّفُكَ إِلَى مَا بَطَنَ فِيكَ مِنَ الْعُيُوبِ خَيْرٌ مِنْ تَشَوُّفِكَ إِلَى مَا حُجِبَ عَنْكَ مِنَ الْغُيُوبِ.
Usahamu untuk mengetahui ciri-ciri yang masih ada di dalam dirimu, itu lebih baik dari usahamu untuk terbukanya bagimu tirai ghaib. Kata orang arif : Jadilah hamba Allah yang selalu ingin mencapai Istigamah, dan jangan menjadi hamba yang menuntut keramat. Istigamah berarti menunaikan kewajiban, sedang keramat berarti menuntut kedudukan. Sedang karamah atau kedudukan yang diberikan Allah kepada seorang wali itu, sebagai hasil dari Istigamah. Istiqamah berarti tetap dalam Ubudiyah, tidak berubah iman kepercayaannya kepada Allah, ke Tuhanan Allah, kekuasaan Allah dan kebijaksanaan Allah, baik dalam sehat atau sakit, senang atau susah, suka atau duka, kaya atau miskin.
Usahamu untuk mengetahui ciri-ciri yang masih ada di dalam dirimu, itu lebih baik dari usahamu untuk terbukanya bagimu tirai ghaib. Kata orang arif : Jadilah hamba Allah yang selalu ingin mencapai Istigamah, dan jangan menjadi hamba yang menuntut keramat. Istigamah berarti menunaikan kewajiban, sedang keramat berarti menuntut kedudukan. Sedang karamah atau kedudukan yang diberikan Allah kepada seorang wali itu, sebagai hasil dari Istigamah. Istiqamah berarti tetap dalam Ubudiyah, tidak berubah iman kepercayaannya kepada Allah, ke Tuhanan Allah, kekuasaan Allah dan kebijaksanaan Allah, baik dalam sehat atau sakit, senang atau susah, suka atau duka, kaya atau miskin.
174. مَنْ عَرَفَ الْحَقَّ شَهِدَهُ فِي كُلِّ شَيْءٍ.
Siapa yang benar-benar mengenal kepada Allah, maka pasti lapat melihatNya pada tiap-tiap sesuatu.
Siapa yang benar-benar mengenal kepada Allah, maka pasti lapat melihatNya pada tiap-tiap sesuatu.