Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

288. وَصَاحِبُ حَقِيقَةٍ غَابَ عَنِ الْخَلْقِ بِشُهُودِ الْمَلِكِ الْحَقِّ، وَفَنِيَ عَنِ الْأَسْبَابِ بِشُهُودِ مُسَبِّبِ الْأَسْبَابِ، فَهُوَ عَبْدٌ مُوَاجِهٌ بِالْحَقِيقَةِ، ظَاهِرٌ عَلَيْهِ سَنَاهَا، سَالِكٌ لِلطَّرِيقَةِ قَدِ اسْتَوْلَى عَلَى مَدَاهَا، غَيْرَ أَنَّهُ غَرِيقُ الْأَنْوَارِ مَطْمُوسُ الْآثَارِ، قَدْ غَلَبَ سُكْرُهُ عَلَى صَحْوِهِ، وَجَمْعُهُ عَلَى فَرْقِهِ، وَفَنَاؤُهُ عَلَى بَقَائِهِ، وَغَيْبَتُهُ عَلَى حُضُورِهِ.

Orang ahli hakikat yang telah melupakan makhluk karena langsung melihat kepada Allah raja yang hak, dan lupa dari sebab musabab karena teringat kepada yang menentukan sebab dan menjadikannya. Orang ini sebagai hamba yang menghadapi hakikat yang nyata baginya terang cahayanya, dan sedang berjalan pada jalannya, telah sampai pada puncaknya, hanya ia sedang tenggelam dalam alam cahaya, sehingga tidak kelihatan bekas-bekas makhluk, lebih banyak lupanya terhadap alam daripada ingatnya, dan bertemunya pada Allah dari renggangnya, dan lenyaplah dirinya dari tetapnya perasaannya, dan lupanya terhadap makhluk daripada ingatnya pada mereka.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

047. لاَ تَتَعَدَّ نِيَّةُ هِمَّتِكَ إِلَى غَيْرِهِ، فَالْكَرِيمُ لاَ تَتَخَطَّاهُ الْآمَالُ.

Jangan melanggar/melampaui niat tujuanmu (hasrat harapanmu) kepada lain-lainNya. Maka Tuhan yang maha murah itu tidak dapat diliwati oleh sesuatu harapan (angan-angan). Perasaan yang luhur enggan membuka hajat kebutuhannya kepada orang yang tidak dermawan, dan tidak ada yang dermawan pada hakikat yang sebenarnya kecuali Allah ta'ala.

Al-Junaid berkata : Al-Karim (Dermawan) itu ialah yang memberi hajat kebutuhan sebelum diminta. Ada pula pendapat : Al-Karim ialah yang tidak pernah mengecewakan harapan orang yang berangan-angan (berharap). Al-Karim yaitu apabila berkuasa memaafkan, dan bila berjanji menepati, dan bila memberi lebih memuaskan dari harapan, dan tidak

hirau berapa pemberiannya, dan kepada siapa memberinya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

035. مَنْ أَشْرَقَتْ بِدَايَتُهُ أَشْرَقَتْ نِهَايَتُهُ.

Siapa yang terang (makmur) waktunya dengan taat di masa salik (permulaannya), pasti akan terang pula di masa akhirnya (sampai- nya) dengan cahaya nur ma'rifat. Siapa yang kuat tawakkalnya di masa bidayah (permulaan), maka akan terang terus hingga masa sampainya ke hadirat Tuhannya.

Disalin