Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

282. بَلْ أَنْهَضَ الْهِمَّةَ فِيهَا إِلَى اللهِ تَعَالَى، وَسَارَعَ مُسْتَعِينًا بِهِ فِي الْقُدُومِ عَلَيْهِ.

Bahkan terus bangkit semangat ingin segera sampai kepada Allah dan terus berjalan menuju kepadaNya, sambil berharap pertolongan Allah untuk segera sampai kepada Allah.

Abu Muhammad Al-Jariry berkata : Siapa yang menyangka bahwa ada sesuatu amal perbuatannya dapat menyampaikannya ke tujuan keinginannya baik yang tinggi atau yang rendah, maka ia telah sesat dari jalannya. Sebab Nabi saw. bersabda : Tidak dapat menyelamatkan seorang itu amalnya sendiri. (Yakni tidak ada amal perbuatan yang dapat menyelamatkan orang lain). Hanya semua itu tergantung pada kurnia rahmat Allah semata- mata. Karena itu untuk mencapai segala hajat tujuan harus langsung kembali mengharap rahmat kurnia Allah.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

185. رُبَّمَا دَلَّهُمُ الْأَدَبُ عَلَى تَرْكِ الطَّلَبِ اعْتِمَادًا عَلَى قِسْمَتِهِ، وَاشْتِغَالاً بِذِكْرِهِ عَنْ مَسْأَلَتِهِ.

Adakalanya seorang aarif terdorong oleh rasa adab dan menyerah- nya kepada kebijaksanaan Tuhan, ia tidak minta apa-apa kepada Tuhan, karena berserah dan merasa puas dengan bagian pemberian Allah, dan karena sibuk berdzikir sehingga tidak sempat minta-minta.

Abu Hazim Al-A'raj ra. berkata : Jika saya tidak diberi kesempatan berdoa, niscaya lebih berat bagiku daripada tidak diterimanya doaku.

Abul-Qasim Alqusyairy berkata : Waktu itu berbeda-beda, adakalanya lebih utama berdoa dan adakalanya lebih baik diam tiak berdoa. Apabila hati condong kepada doa lebih baik berdoa, dan bila condong kepada diam tidak berdoa, maka lebih baik tidak berdoa. dan adab itu lebih banyak condong kepada rela, puas sehingga tidak berdoa dan cukup memperbanyak dzikrullah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

189. الْفَاقَاتُ بُسُطُ الْمَوَاهِبِ.

Berbagai macam ujian bala' (serta kekurangan) itu, bagaikan hamparan untuk hidangan pemberian-pemberian kurnia Allah. • Apabila Allah akan memberi kurnia besar kepada seorang hamba- Nya, tetapi ternyata dari amal ibadah lahirnya, tidak mencukupi untuk menerima pemberian itu, maka Allah menguji padanya dengan bala', dan di situlah tertebusnya berbagai dosa, kemudian dinaikkan ke tingkat yang telah disediakanNya itu.

Hikam Ibnu 'Atoillah

085. خَيْرُ مَا تَطْلُبُهُ مِنْهُ مَا هُوَ طَالِبُهُ مِنْكَ.

Sebaik-baik yang harus engkau minta dari Allah, ialah apa- apa yang Allah menyuruh kamu. Yakni sebaik-baik yang harus engkau minta kepada Allah supaya engkau tetap iman, patuh taat pada semua perintah dan larangan, istigamah dalam pengabdian diri ke hadirat Allah. Itulah sebaik-baik yang harus engkau minta, baik untuk dunia maupun untuk akherat, sebab hanya itulah bahagia yang tiada tara bandingannya. Karena itu sebaik-baik doa :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.

Ya Allah aku mohon kepadaMu, ridhaMu, dan surga, dan aku berlindung kepadaMu dari murkaMu dan api neraka.

Disalin