Dan bahwasanya siapa yang yakin bahwa Allah menuntut dan menyuruh kepadanya melakukan ibadah, pasti ia bersungguh-sungguh menghadap kepada Allah, dan siapa yang mengetahui bahwa segala urusan itu di tangan Allah, maka pasti bulat tawakkal menyerah kepada Allah.
138. كَيْفَ تُخْرَقُ لَكَ الْعَوَائِدُ وَأَنْتَ لَمْ تَخْرِقْ مِنْ نَفْسِكَ الْعَوَائِدَ.
Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa padahal engkau sendiri tidak merubah dirimu dari kebiasaannya. Kharqul awaa'id : Ialah kekeramatan, kejadian-kejadian yang luar biasa seperti berjalan di atas air, terlipatnya bumi sehingga dapat pergi ke ujung barat dan timur dalam selangkah kaki, dan makan dari seisi alam sekehendaknya, dan tidak ada doanya yang tertolak. Bagaimanakah kau akan dapat mencapai yang demikian itu, sesuatu yang menyalahi adat kebiasaan umum, padahal kau sendiri belum dapat mengekang hawa nafsu dan kehendakmu. padahal kau belum dapat melepaskan kehendakmu untuk menurut dan menyerah pada kehendak Allah. Dan kehendak Allah itu, ialah yang teratur dalam ajaran tuntunan syari' at, baik yang tersebut dalam Qur'an atau hadits Rasulullah saw. Kekeramatan yang luar biasa itu tidak akan diberikan oleh Allah, kecuali pada orang yang melenyapkan kehendak sendiri, karena sangat puas kepada kehendak Allah dan pilihanNya.
Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa padahal engkau sendiri tidak merubah dirimu dari kebiasaannya. Kharqul awaa'id : Ialah kekeramatan, kejadian-kejadian yang luar biasa seperti berjalan di atas air, terlipatnya bumi sehingga dapat pergi ke ujung barat dan timur dalam selangkah kaki, dan makan dari seisi alam sekehendaknya, dan tidak ada doanya yang tertolak. Bagaimanakah kau akan dapat mencapai yang demikian itu, sesuatu yang menyalahi adat kebiasaan umum, padahal kau sendiri belum dapat mengekang hawa nafsu dan kehendakmu. padahal kau belum dapat melepaskan kehendakmu untuk menurut dan menyerah pada kehendak Allah. Dan kehendak Allah itu, ialah yang teratur dalam ajaran tuntunan syari' at, baik yang tersebut dalam Qur'an atau hadits Rasulullah saw. Kekeramatan yang luar biasa itu tidak akan diberikan oleh Allah, kecuali pada orang yang melenyapkan kehendak sendiri, karena sangat puas kepada kehendak Allah dan pilihanNya.
266. قَوْمٌ تَسْبِقُ أَنْوَارُهُمْ أَذْكَارَهُمْ، وَقَوْمٌ تَسْبِقُ أَذْكَارُهُمْ أَنْوَارَهُمْ، وَقَوْمٌ تَتَسَاوَى أَذْكَارُهُمْ وَأَنْوَارُهُمْ، وَقَوْمٌ لاَ أَذْكَارَ وَلاَ أَنْوَارَ، نَعُوذُ بِاللهِ مِنْ ذٰلِكَ. ذَاكِرٌ ذَكَرَ لِيَسْتَنِيرَ قَلْبُهُ فَكَانَ ذَاكِرًا، وَذَاكِرٌ اسْتَنَارَ قَلْبُهُ فَكَانَ ذَاكِرًا، وَالَّذِي اسْتَوَتْ أَذْكَارُهُ وَأَنْوَارُهُ فَبِذِكْرِهِ يُهْتَدَى وَبِنُورِهِ يُقْتَدَى.
Segolongan (sebagian) orang nur imannya mendahului daripada dzikirnya, dan sebagian dzikirnya mendahului nur imannya, dan ada pula golongan yang berbarengan antara nur dengan dzıkirnya, dan ada pula kaum yang tidak ada dzikir dan tidak ada nur. Na'udzu billahi min dzalika. (Kami berlinduıng kepada Allah dari golongan yang tidak ada dzikir dan tidak ada nur itu). Ada yang berdzikir untuk mendapatkan nur terang hatinya, maka disebut berdzikir, dan ada yang telah terang nur hatinya, ini pun juga ber- dzikir. Sedang orang yang sama/berbanding antara dzikir dengan nurnya, maka dengan dzikirnya dapat hidayah, dan dengan nurnya dapat diikuti. Golongan yang mendapat nur sebelum dzikir ialah sebagian tersebut dalam ayat :
يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاءُ (آل عمران: ٧٤)
Allah menentukan rahmatNya pada siapa yang dikehendakiNya. Sedang golongan yang berdzikir kemudian mendapat nur ialah yang tersebut dalam ayat :
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا (العنكبوت: ٦٩)
Dan mereka yang benar-benar berjuang dalam jalan keridhaanKu, pasti Aku pimpin (tunjukkan jalan Kami).
Abul-Abbas Almarsy berkata : Manusia ada dua macam, ada yang mendapat kurnia Allah, sehingga berbuat taat kepada Allah, dan adapula yang dengan taatnya kepada Allah mencapai kebesaran kurnia Allah.
Firman Allah :
اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ (الشورى: ١٣)
Allah memilih untuk kurniaNya siapa yang dikehendakiNya, dan memberi petunjuk kepadanya, siapa yang sungguh-sungguh datang/ kembali kepadaNya.
Segolongan (sebagian) orang nur imannya mendahului daripada dzikirnya, dan sebagian dzikirnya mendahului nur imannya, dan ada pula golongan yang berbarengan antara nur dengan dzıkirnya, dan ada pula kaum yang tidak ada dzikir dan tidak ada nur. Na'udzu billahi min dzalika. (Kami berlinduıng kepada Allah dari golongan yang tidak ada dzikir dan tidak ada nur itu). Ada yang berdzikir untuk mendapatkan nur terang hatinya, maka disebut berdzikir, dan ada yang telah terang nur hatinya, ini pun juga ber- dzikir. Sedang orang yang sama/berbanding antara dzikir dengan nurnya, maka dengan dzikirnya dapat hidayah, dan dengan nurnya dapat diikuti. Golongan yang mendapat nur sebelum dzikir ialah sebagian tersebut dalam ayat :
يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاءُ (آل عمران: ٧٤)
Allah menentukan rahmatNya pada siapa yang dikehendakiNya. Sedang golongan yang berdzikir kemudian mendapat nur ialah yang tersebut dalam ayat :
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا (العنكبوت: ٦٩)
Dan mereka yang benar-benar berjuang dalam jalan keridhaanKu, pasti Aku pimpin (tunjukkan jalan Kami).
Abul-Abbas Almarsy berkata : Manusia ada dua macam, ada yang mendapat kurnia Allah, sehingga berbuat taat kepada Allah, dan adapula yang dengan taatnya kepada Allah mencapai kebesaran kurnia Allah.
Firman Allah :
اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ (الشورى: ١٣)
Allah memilih untuk kurniaNya siapa yang dikehendakiNya, dan memberi petunjuk kepadanya, siapa yang sungguh-sungguh datang/ kembali kepadaNya.
264. وِجْدَانُ ثَمَرَاتِ الطَّاعَاتِ عَاجِلاً بِشَارَاتُ الْعَامِلِينَ بِوُجُودِ الْجَزَاءِ آجِلاً.
Terasanya kelezatan buah taat ketika hidup di dunia, sebagai bukti (berita gembira) bagi orang yang beramal, atas adanya pahala yang segera (kontan) di akhirat kelak. Rasulullah saw. telah bersabda : Pasti akan dapat merasakan kelezatan iman, siapa yang benar-benar rela ber-Tuhan kepada Allah, bernabikan Nabi Muhammad dan beragama Islam.
Buah iman itu ialah bertambahnya keyakinan, merasa senang melakukan ibadah, bertambah puas menerima segala ajaran tuntunan Allah dan Rasulullah saw. Maka siapa yang dapat merasakan semua itu, sebagai tanda diterima amal dan akan mendapat pembalasan pahala kelak di akhirat, sebagaimana telah mendapat rasa lezat dan enaknya di dunia.
Terasanya kelezatan buah taat ketika hidup di dunia, sebagai bukti (berita gembira) bagi orang yang beramal, atas adanya pahala yang segera (kontan) di akhirat kelak. Rasulullah saw. telah bersabda : Pasti akan dapat merasakan kelezatan iman, siapa yang benar-benar rela ber-Tuhan kepada Allah, bernabikan Nabi Muhammad dan beragama Islam.
Buah iman itu ialah bertambahnya keyakinan, merasa senang melakukan ibadah, bertambah puas menerima segala ajaran tuntunan Allah dan Rasulullah saw. Maka siapa yang dapat merasakan semua itu, sebagai tanda diterima amal dan akan mendapat pembalasan pahala kelak di akhirat, sebagaimana telah mendapat rasa lezat dan enaknya di dunia.