Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

264. وِجْدَانُ ثَمَرَاتِ الطَّاعَاتِ عَاجِلاً بِشَارَاتُ الْعَامِلِينَ بِوُجُودِ الْجَزَاءِ آجِلاً.

Terasanya kelezatan buah taat ketika hidup di dunia, sebagai bukti (berita gembira) bagi orang yang beramal, atas adanya pahala yang segera (kontan) di akhirat kelak. Rasulullah saw. telah bersabda : Pasti akan dapat merasakan kelezatan iman, siapa yang benar-benar rela ber-Tuhan kepada Allah, bernabikan Nabi Muhammad dan beragama Islam.

Buah iman itu ialah bertambahnya keyakinan, merasa senang melakukan ibadah, bertambah puas menerima segala ajaran tuntunan Allah dan Rasulullah saw. Maka siapa yang dapat merasakan semua itu, sebagai tanda diterima amal dan akan mendapat pembalasan pahala kelak di akhirat, sebagaimana telah mendapat rasa lezat dan enaknya di dunia.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

242. عَلِمَ أَنَّكَ لاَ تَقْبَلُ النُّصْحَ الْمُجَرَّدَ، فَذَوَّقَكَ مِنْ ذَوَاقِهَا مَا يُسَهِّلُ عَلَيْكَ وُجُودَ فِرَاقِهَا.

Allah telah mengetahui bahwa engkau tidak dapat menerima nasehat yang hanya berupa teori (kata-kata), karena itu Allah merasakan kepadamu rasa pahitnya, untuk memudahkan bagimu cara meninggalkannya. Sebab manusia bila menderita ujian-ujian Allah yang berupa bala', maka ia tidak senang dunia, lalu ingin mati, ingin berpisah dari dunia yang fana ini. Bala' yang biasa diujikan Allah ialah kemiskinan, penyakit, kelaparan, ketakutan, kehilangan harta, kematian dan lain-lainnya yang menimbulkan kecemasan manusia dan tiada ketenangan hidup.

Hikam Ibnu 'Atoillah

109. فَاقَتُكَ لَكَ ذَاتِيَّةٌ، وَوُرُودُ الْأَسْبَابِ مُذَكِّرَةٌ لَكَ بِمَا خَفِيَ عَلَيْكَ مِنْهَا، وَالْفَاقَةُ الذَّاتِيَّةُ لاَ تَرْفَعُهَا الْعَوَارِضُ.

Kebutuhanmu itu adalah sifat asli dalam dzat kejadianmu sedang sebab-sebab (kejadian-kejadian) yang menghinggapi dirimu itu untuk mengingatkan engkau apa yang tersembunyi bagimu dari sifat aslimu itu, sedang kebutuhan yang asli itu tidak dapat dihindarkan oleh sesuatu yang sementara (fantasi). Apabila telah nyata bahwa wujudmu itu pemberian (ciptaan) Tuhan, demikian pula segala hajat kebutuhan tiap detik untuk kelanjutan hidup, itupun pemberian Tuhan, maka nyata, bahwa kebutuhan dan kemiskinanmu itu asli dalam kejadianmu, maka jika engkau merasa seolah-olah tidak berhajat karena sudah hidup, maka hal itu sesuatu yang hinggap sementara terasa ketika engkau lupa dari asal kejadianmu, maka Allah memberi padamu peringatan berupa penyakit, lapar, haus, panas, dingin dan lain-lainnya untuk memperingatkan kepada keaslianmu. Sedang segala sesuatu yang fantasi atau sementara tidak dapat merubah yang asli.

Hikam Ibnu 'Atoillah

281. فَصَرَفَ عَنْ هٰذِهِ الدَّارِ مُغْضِيًا، وَأَعْرَضَ عَنْهَا مُوَلِّيًا، فَلَمْ يَتَّخِذْهَا وَطَنًا وَلاَ جَعَلَهَا سَكَنًا.

Maka ia memalingkan muka dari dunia ini, dan mengabaikan dengan memejamkan mata dan berjalan terus (meletakkannya di belakang- nya), maka tidak menganggapnya sebagai tanah air atau tempat tinggal.

Disalin