Siapa yang merasa ganjil (tidak mungkin) dapat diselamatkan oleh Allah dari pengaruh hawa nafsu syahwatnya, atau dihindarkan dari kelalaiannya, maka berarti ia telah memperlemah kekuasaan Allah. Sedang Allah atas segala sesuatu maha berkuasa. Tuntunan iman harus percaya terhadap qudrat (kekuasaan) Allah secara mutlak tanpa kecuali : Sesungguhnya Allah atas segala sesuatu maha berkuasa. Dan qudrat Allah tergantung pada iradatNya, sehingga tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa iradat dan qudratnya, apabila
Allah berkehendak, maka berjalanlah qudratnya dengan perintahnya : Sesungguhnya perintah Allah jika menghendaki sesuatu, hanya berkata : Kun, maka terjadilah apa yang di kehendakiNya, pada saat yang ditentukanNya menurut apa yang dikehendakiNya. Maka karenanya kepercayaan terhadap taqdir kekuasaan Allah yang demikian itu, jangan ada seorang patah harapan dari rahmat Allah walau bagaimanapun keadaannya. Tetapi jangan mempermainkan atau meremehkan kekuasaan Allah itu.
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (الزمر: ٥٣)
Katakanlah : Hai hambaKu yang telah keterlampauan menjerumus- kan diri (berbuat dosa), jangan kamu putus harapan dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah sanggup mengampunkan semua dosa, sungguh Allah maha pengampun lagi penyayang.