Mungkin engkau mendapat kelebihan kurnia dan kebesaran dari Allah pada saat-saat ujian bala’ kesukaran itu, yang tidak bisa engkau dapatkan dengan puasa dan sembahyang.
Demikianlah pengertian bahwa bala’üjian itu sebagai nikmat batin (samar-samar).
Mungkin engkau mendapat kelebihan kurnia dan kebesaran dari Allah pada saat-saat ujian bala’ kesukaran itu, yang tidak bisa engkau dapatkan dengan puasa dan sembahyang.
Demikianlah pengertian bahwa bala’üjian itu sebagai nikmat batin (samar-samar).
Sebaik-baiknya ilmu itu, yang disertai oleh rasa takut kepada Allah swt.
Firman Allah :
إِنَّمَا يَخْشَىَ اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ العُلَمَاءُ.
Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah dari para hamba itu, hanya orang-orang yang alim/aarif. (Fathir 28).
Rasulullah saw. bersabda :
طَالِبُ الْعِلْمِ تَكَفَّلَ اللَّهُ بِرِزْقِهِ.
Orang yang menuntut ilmu agama itu, Allah menjamin rezkinya. Juga sabda Nabi saw. : Sesungguhnya para Malaikat meletakkan sayapnya pada orang yang menuntut ilmu, karena suka (gemar) pada apa yang dituntut. Rasulullah saw. berlindung kepada Allah : Allahumma inni a'udzu bika min ilmin laa yanfa' (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak berguna). Ilmu yang tidak berguna yaitu yang tidak menimbulkan rasa takut kepada Allah. Al-Junaid ketika ditanya : Apakah ilmu yang berguna ? Jawabnya : Ialah yang menunjukkan engkau kepada Allah, dan menjauhkan dari menurutkan hawa nafsu syahwatmu.
Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang cinta dunia, berbahaya akheratnya, dan siapa yang cinta akherat, berbahaya dunianya. Ingatlah kamu harus mengutamakan yang kekal abadi daripada yang lekas rusak dan hancur.
Sebaik-baiknya ilmu itu, yang disertai oleh rasa takut kepada Allah swt.
Firman Allah :
إِنَّمَا يَخْشَىَ اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ العُلَمَاءُ.
Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah dari para hamba itu, hanya orang-orang yang alim/aarif. (Fathir 28).
Rasulullah saw. bersabda :
طَالِبُ الْعِلْمِ تَكَفَّلَ اللَّهُ بِرِزْقِهِ.
Orang yang menuntut ilmu agama itu, Allah menjamin rezkinya. Juga sabda Nabi saw. : Sesungguhnya para Malaikat meletakkan sayapnya pada orang yang menuntut ilmu, karena suka (gemar) pada apa yang dituntut. Rasulullah saw. berlindung kepada Allah : Allahumma inni a'udzu bika min ilmin laa yanfa' (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak berguna). Ilmu yang tidak berguna yaitu yang tidak menimbulkan rasa takut kepada Allah. Al-Junaid ketika ditanya : Apakah ilmu yang berguna ? Jawabnya : Ialah yang menunjukkan engkau kepada Allah, dan menjauhkan dari menurutkan hawa nafsu syahwatmu.
Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang cinta dunia, berbahaya akheratnya, dan siapa yang cinta akherat, berbahaya dunianya. Ingatlah kamu harus mengutamakan yang kekal abadi daripada yang lekas rusak dan hancur.
Bagaimana akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu.
Bagaimana akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu.
Allah menyuruh engkau semasa hidup di dunia ini memper- hatikan alam buatan Allah, dan kelak di akherat Allah akan memper- lihatkan kepadamu kesempurnaan dzatNya.
Firman Allah :
قُلِ انظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (يونس: ١٠١)
Katakanlah : Perhatikanlah apa yang di langit itu ?
Firman Allah :
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ * إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ (القيامة: ٢٢ - ٢٣)
"Beberapa wajah pada hari kiamat itu berseri-seri (bercahaya). Karena ia dapat melihat kepada Tuhannya". Penglihatan seorang hamba kepada Allah menurut apa yang di- bukakan oleh Allah, maka selama hidup di dunia Allah memperlihatkan kepada mereka kebesaran kekuasaanNya, dan kelak di akherat akan dibukakan hijab sehingga langsung melihat dzatNya.
Allah menyuruh engkau semasa hidup di dunia ini memper- hatikan alam buatan Allah, dan kelak di akherat Allah akan memper- lihatkan kepadamu kesempurnaan dzatNya.
Firman Allah :
قُلِ انظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (يونس: ١٠١)
Katakanlah : Perhatikanlah apa yang di langit itu ?
Firman Allah :
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ * إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ (القيامة: ٢٢ - ٢٣)
"Beberapa wajah pada hari kiamat itu berseri-seri (bercahaya). Karena ia dapat melihat kepada Tuhannya". Penglihatan seorang hamba kepada Allah menurut apa yang di- bukakan oleh Allah, maka selama hidup di dunia Allah memperlihatkan kepada mereka kebesaran kekuasaanNya, dan kelak di akherat akan dibukakan hijab sehingga langsung melihat dzatNya.