Langsung kepada kehendak Allah harus bersandar segala sesuatu, (yaktni tidak boleh terjadi sesuatu apapun tanpa kehendak Allah). Sedang kehendak Allah tidak bersandar kepada sesuatu apapun.
Firman Allah :
وَمَن لَّمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِن نُّورٍ (النور: ٤٠)
iDan siapa yang tidak diberi nur oleh Allah, maka ia tidak mempunyai nur”.
Firman Allah :
يُضِلُّ مَنْ يَشَآءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَشَآءُ.
iAllah menyesatkan siapa yang dikehendaki, dan memberi hidayat/petunjuk siapa yang dikehendaki’. Allah memilih sendiri dengan ilmu dan kebijaksanannya. manusia tidak berhak bertanya mengapakah atau bagaimanakah ? terhadap kebijaksanaan Allah :
لَاَ يُسْئَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْتَلُوْنَ.
Allah tidak dapat ditanya tentang apa yang dijadikan (dibuat) dan semua makhluk akan ditanya tentang amal perbuatan mereka.