Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

149. لَوْلاَ ظُهُورُهُ فِي الْمُكَوَّنَاتِ مَا وَقَعَ عَلَيْهَا وُجُودُ أَبْصَارٍ، وَلَوْ ظَهَرَتْ صِفَاتُهُ لاَضْمَحَلَّتْ مُكَوَّنَاتُهُ.

Andaikan Allah tidak dhahir pada benda-benda alam ini, tidak mungkin adanya penglihatan padaNya, dan andaikan Allah mendhahirkan sifatNya pasti lenyaplah alam bendaNya.

Firman Allah :

فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا (الأعراف: ١٤٣)

Ketika Allah bertajalli kepada bukit, hancurlah (lenyaplah) bukit itu, sedang Nabi Musa jatuh pingsan.

Rasulullah saw. bersabda : Hijab Allah itu berupa cahaya, andaikan dibuka pasti akan terbakar segala sesuatu yang menghadapinya. n Abdi pada Khalanya)

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

096. إِنْ أَرَدْتَ أَنْ يَكُونَ لَكَ عِزٌّ لاَ يَفْنَى فَلاَ تَسْتَعِزَّنَّ بِعِزٍّ يَفْنَى.

Jika engkau ingin mendapatkan kemuliaan yang tidak rusak, maka jangan membanggakan kemuliaan yang rusak. Kemuliaan yang tidak rusak hanya kemuliaan dengan Allah, bersandar diri kepada Allah, sebab Allah kekal tidak rusak. Adapun jika berbangga dengan kekayaan kebangsaan, kedudukan, maka semua itu palsu, rusak dan tidak kekal, maka siapa yang bersandar/berbangga dengan kepalsuan/bayangan, maka pasti binasa dan rusak bersama dengan apa yang dibanggakan itu.

Firman Allah :

أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا (النساء: ١٣٩)

Apakah mereka mengharapkan pada apa yang mereka sanjung itu suatu kemuliaan, ketahuilah sesungguhnya kemuliaan itu semuanya milik dan hak Allah ta'ala. Hikayat : Seorang datang kepada raja Harun Arrasyid untuk memberi nasehat, tiba-tiba Harun Arrasyid marah kepadanya, lalu memerintahkan kepada pengawalnya supaya mengikat orang itu bersama dengan keledainya yang nakal, supaya mati ditendang keledai. Setelah perintah itu dilaksanakan, tiba-tiba keledai itu lunak kepada orang yang akan dihukum. Kemudian Harun menyuruh supaya dimasukkan dalam rumah dan pintunya supaya ditutup dengan semen, supaya mati di dalamnya, tiba- tiba orang yang dipenjara itu telah ada di kebun, sedang pintu rumah tetap tértutup, maka dipanggil oleh Harun Arrasyid dan ditanya : Siapa yang mengeluarkan engkau dari rumah? Jawabnya : Yang memasukkan saya dalam kebun. Dan siapa yang memasukkan ke dalam kebun ? Jawabnya : Yang mengeluarkan aku dari rumah. Kemudian menyuruh pengawalnya membawa orang itu di atas kendaraan keliling kota, dan memberitahukan kepada orang-orang : Ingatlah bahwa Harun Arrasyid akan menghina seorang yang telah dimuliakan oleh Allah, maka tidak dapat. Scorang datang kepada seorang aarif sambil menangis, maka ditanya oleh orang aarif (wali) : Mengapa engkau menangis ? Jawabnya : Karena guruku telah mati. Berkata orang aarif : Mengapakah engkau berguru kepada orang yang mati.

Hikam Ibnu 'Atoillah

270. رُبَّ عُمْرٍ اتَّسَعَتْ آمَادُهُ وَقَلَّتْ أَمْدَادُهُ، وَرُبَّ عُمْرٍ قَلَّتْ آمَادُهُ وَكَثُرَتْ أَمْدَادُهُ.

Adakalanya umur (usia) itu lanjut (panjang) masanya tetapı sedikit manfaatnya, dan adakalanya umur itu pendek (singkat) masanya, tetapi banyak (besar) manfaatnya. (Yakni : Kurnia yang didapatnya dari Allah banyak).

Disalin