Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

041. الْحَقُّ لَيْسَ بِمَحْجُوبٍ، وَإِنَّمَا الْمَحْجُوبُ أَنْتَ عَنِ النَّظَرِ إِلَيْهِ، إِذْ لَوْ حَجَبَهُ شَيْءٌ لَسَتَرَهُ مَا حَجَبَهُ، وَلَوْ كَانَ لَهُ سَاتِرٌ لَكَانَ لِوُجُودِهِ حَاصِرٌ، وَكُلُّ حَاصِرٍ لِشَيْءٍ فَهُوَ لَهُ قَاهِرٌ، وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ.

Alhaq yaitu Allah ta’ala, tiada terhijab oleh sesuatu apapun, sebab tidak mungkin adanya sesuatu yang dapat menghijab Allah ta’ala. sebaliknya manusialah yang terhijab sehingga tidak dapat melihat adanya Allah. Sebab sekiranya ada sesuatu yang menghijab Allah, berarti sesuatu itu dapat menutupi Allah, dan andaikata ada tutup bagi Allah, berarti wujud Allah dapat terkurung, dan sesuatu yang mengurung itu, dapat menguasai yang dikurung, padahal Allah yang berkuasa atas semua makhlukNya.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

164. نُورٌ يُكْشَفُ لَكَ بِهِ عَنْ آثَارِهِ، وَنُورٌ يُكْشَفُ لَكَ بِهِ عَنْ أَوْصَافِهِ.

Nur cahaya yang dicapai dengan panca indera menerangkan bagimu bekas-bekas buatan Allah yang berupa benda, sebaliknya nur iman keyakinan dapat menunjukkan kamu hakikat sifat-sifat Allah. Dengan nur cahaya matahari engkau melihat benda-benda alam, tetapi dengan nur iman keyakinan engkau dapat langsung melihat kepada Allah yang menjadikan benda alam.

Hikam Ibnu 'Atoillah

278. وَإِنَّ مَنْ أَيْقَنَ أَنَّ اللهَ يَطْلُبُهُ صَدَقَ الطَّلَبَ إِلَيْهِ، وَمَنْ عَلِمَ أَنَّ الْأُمُورَ بِيَدِ اللهِ اجْتَمَعَ بِالتَّوَكُّلِ عَلَيْهِ.

Dan bahwasanya siapa yang yakin bahwa Allah menuntut dan menyuruh kepadanya melakukan ibadah, pasti ia bersungguh-sungguh menghadap kepada Allah, dan siapa yang mengetahui bahwa segala urusan itu di tangan Allah, maka pasti bulat tawakkal menyerah kepada Allah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

131. عَلِمَ وُجُودَ الضَّعْفِ مِنْكَ فَقَلَّلَ أَعْدَادَهَا، وَعَلِمَ احْتِيَاجَكَ إِلَى فَضْلِهِ فَكَثَّرَ أَمْدَادَهَا.

Allah telah mengetahui kelemahanmu, maka la menyederhana- kan bilangannya (yaitu hanya lima waktu), dan Allah mengetahui pula bahwa engkau sangat berhajat, maka la memperbanyak pahalanya melipat gandakan pahalanya. Sehingga tiap hasanat kebaikan sekurang-kurangnya mendapat sepuluh kali lipat gandanya.

Disalin