Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

006. لاَ يَكُنْ تَأَخُّرُ أَمَدِ الْعَطَاءِ مَعَ الإِلْحَاحِ فِي الدُّعَاءِ مُوجِبًا لِيَأْسِكَ، فَهُوَ ضَمِنَ لَكَ الْإِجَابَةَ فِيمَا يَخْتَارُهُ لَكَ، لاَ فِيمَا تَخْتَارُ لِنَفْسِكَ، وَفِي الْوَقْتِ الَّذِي يُرِيدُ، لاَ فِي الْوَقْتِ الَّذِي تُرِيدُ.

Janganlah kelambatan masa pemberian Tuhan kepadamu, padahal engkau bersungguh-sungguh dalam berdoa menyebabkan patah harapan, sebab Allah telah menjamin menerima semua doa dalam apa yang la kehendaki untukmu, bukan menurut kehendakmu dan pada waktu yang ditentukanNya, bukan pada waktu yang engkau tentukan.

Firman Allah

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ (القصص: ٦٨)

Tuhanmulah yang menjadikan segala yang dikehendakiNya dan memilihnya sendiri, tiada hak bagi mereka untuk memilih. Sebaiknya seorang hamba yang tidak mengetahui apa yang akan terjadi mengakui kebodohan dirinya, sehingga tidak memilih sesuatu yang tampak baginya sepintas lalu baik, padahal ia tidak mengetahui bagaimana akibatnya. Karena itu bila Tuhan yang maha mengetahui lagi bijaksana memilihkan untuknya sesuatu, hendaknya rela dan menerima pilihan Tuhan Yang Maha belas kasih lagi mengetahui dan bijaksana itu, walaupun pada lahirnya pahit dan pedih rasanya, namun itulah yang terbaik baginya, karena itu bila berdoa, kemudian belum juga tercapai keinginannya, janganlah keburu patah harapan;

Firman Allah :

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (البقرة: ٢١٦)

Mungkin kamu membenci sesuatu padahal itulah yang baik bagimu, dan mungkin kamu suka pada sesuatu padahal bahaya bagimu, dan Allah yang mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. Abu-Hasan Asy-Syadzily ra. ketika mengartikan ayat :

قَدْ أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَانِّ سَبِيلَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ( يونس : ٨٩)

Sungguh telah diterima doamu berdua (Musa dan Harun as.) yaitu tentang kebinasaan Fir’aun dan tentaranya maka hendaknya kamu berdua tetap istigamah (sabar dalam melanjutkan perjuangan dan

terus herdoa). dan jangan mengikuti jejak orang-orang yang tidak mengerti, (kekuasaan dan kebijaksanaan Allah)

(S. Yunus 89).

Maka terlaksananya kebinasaan Fir’aun yang berarti setelah diterima doa itu, sesudah 40 tahun.

Rasullullah saw. bersabda :

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، فَيَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي.

Pasti diterima doamu itu selama tidak keburu, yaitu berkata : Aku telah berdoa dan tidak diterima.

Anas ra. berkata :

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ دَاعٍ يَدْعُو إِلَّا اسْتَجَابَ اللهُ لَهُ دَعْوَتَهُ أَوْ صَرَفَ عَنْهُ مِثْلَهَا سُوءًا أَوْ حَطَّ مِنْ ذُنُوبِهِ بِقَدَرِهَا مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ.

Tiada seorang berdoa, melainkan pasti diterima Allah doanya, atau dihindarkan daripadanya bahaya, atau diampunkan sebagian dosanya, selama ia tidak berdoa untuk sesuatu yang berdosa, atau untuk memutuskan hubungan famili. Abul Abbas Almarsi ketika sakit, datang seorang sambang kepadanya lalu berkata : Semoga Allah menyembuhkan kau (Afakallahu). Abul Abbas tinggal diam tidak menyambut kata-kata itu Kemudian orang itu berkata pula : Allah yu’aafika. Maka dijawab oleh Abul Abbas : Apakah kau kira saya tidak minta ‘afiyah kepada Allah, sungguh saya telah minta ‘afiyah, dan penderitaanku ini termasuk ‘afiyah, ketahuilah Rasulullah minta ‘afiyah dan ia berkata :

مَا زَالَتْ أَكْلَةُ خَيْبَرَ تُعَاوِدُنِي، وَالْآنَ قَدْ قَطَعَتْ أَبْهَرِي

Selalu bekas makanan khaibar itu terasa olehku, dan kini masa putusnya urat jantungku. Abubakar Assiddiq minta ‘afiyah dan mati terkena racun. Umar bin Khattab minta ‘afiyah dan mati terbunuh. Usman bin Affan, juga minta ‘afiyah dan juga mati tertikam. Ali bin Abi Thalib minta ‘afiyah juga mati terbunuh. Maka bila kau minta ‘afiyah kepada Allah, mintalah menurut apa yang ditentukan oleh Allah untukmu, maka sebaik-baik seorang hamba ialah yang menyerah menurut kehendak Tuhannya, dan mempercayai bahwa yang diberi Tuhan itulah yang terbaik baginya meskipun tidak cocok dengan kemauan hawa nafsunya. Dan syarat utama untuk diterimanya suatu doa, ialah keadaan terpaksa.

Firman Allah :

أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ (النمل: ٦٢)

Apakah yang selalu menerima doa orang terpaksa, apabila berdoa (minta) kepadaNya. Keadaan terpaksa itu, bila merasa tidak ada sesuatu yang diharapkan selain semata-mata karunia Allah, tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan perantara baik dari luar yang berupa benda, atau dari dalam dirinya sendiri.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

096. إِنْ أَرَدْتَ أَنْ يَكُونَ لَكَ عِزٌّ لاَ يَفْنَى فَلاَ تَسْتَعِزَّنَّ بِعِزٍّ يَفْنَى.

Jika engkau ingin mendapatkan kemuliaan yang tidak rusak, maka jangan membanggakan kemuliaan yang rusak. Kemuliaan yang tidak rusak hanya kemuliaan dengan Allah, bersandar diri kepada Allah, sebab Allah kekal tidak rusak. Adapun jika berbangga dengan kekayaan kebangsaan, kedudukan, maka semua itu palsu, rusak dan tidak kekal, maka siapa yang bersandar/berbangga dengan kepalsuan/bayangan, maka pasti binasa dan rusak bersama dengan apa yang dibanggakan itu.

Firman Allah :

أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا (النساء: ١٣٩)

Apakah mereka mengharapkan pada apa yang mereka sanjung itu suatu kemuliaan, ketahuilah sesungguhnya kemuliaan itu semuanya milik dan hak Allah ta'ala. Hikayat : Seorang datang kepada raja Harun Arrasyid untuk memberi nasehat, tiba-tiba Harun Arrasyid marah kepadanya, lalu memerintahkan kepada pengawalnya supaya mengikat orang itu bersama dengan keledainya yang nakal, supaya mati ditendang keledai. Setelah perintah itu dilaksanakan, tiba-tiba keledai itu lunak kepada orang yang akan dihukum. Kemudian Harun menyuruh supaya dimasukkan dalam rumah dan pintunya supaya ditutup dengan semen, supaya mati di dalamnya, tiba- tiba orang yang dipenjara itu telah ada di kebun, sedang pintu rumah tetap tértutup, maka dipanggil oleh Harun Arrasyid dan ditanya : Siapa yang mengeluarkan engkau dari rumah? Jawabnya : Yang memasukkan saya dalam kebun. Dan siapa yang memasukkan ke dalam kebun ? Jawabnya : Yang mengeluarkan aku dari rumah. Kemudian menyuruh pengawalnya membawa orang itu di atas kendaraan keliling kota, dan memberitahukan kepada orang-orang : Ingatlah bahwa Harun Arrasyid akan menghina seorang yang telah dimuliakan oleh Allah, maka tidak dapat. Scorang datang kepada seorang aarif sambil menangis, maka ditanya oleh orang aarif (wali) : Mengapa engkau menangis ? Jawabnya : Karena guruku telah mati. Berkata orang aarif : Mengapakah engkau berguru kepada orang yang mati.

Hikam Ibnu 'Atoillah

032. لاَ تَسْتَغْرِبْ وُقُوعَ الْأَكْدَارِ مَا دُمْتَ فِي هٰذِهِ الدَّارِ، فَإِنَّهَا مَا أَبْرَزَتْ إِلاَّ مَا هُوَ مُسْتَحِقُّ وَصْفِهَا وَوَاجِبُ نَعْتِهَا.

Jangan heran atas terjadinya kesukaran-kesukaran selama engkau masih di dunia ini, sebab ia tidak melahirkan kecuali yang layak atau asli menjadi sifatnya.

Abdullah bin Mas'ud ra. berkata : Dunia adalah kerisauan dan duka cita, maka apabila terdapat kesenangan di dalamnya berarti laba dan keuntungannya. Ja'far Asshaddiq ra. : Siapa yang meminta sesuatu yang tidak dijadikan oleh Allah, berarti melelahkan dirinya dan tidak akan diberi. Ketika ditanya : Apakah itu ? Jawabnya : Kesenangan di dunia.

Junaid Al-Bagh-dady ra. berkata : Aku tidak merasa keji terhadap apa yang menimpa pada diriku, sebab saya telah berpendirian bahwa dunia ini tempat kerisauan dan ujian, dan alam ini diliputi-oleh bencana, maka sudah selayaknya ia menyambut saya dengan segala kesukaran, kerisauan, maka apabila ia menyambut aku dengan kesenangan maka itu berarti suatu kurnia dan kelebihan.

Rasulullah saw. berkata kepada Abdullah bin Abbas : Jika engkau dapat beramal karena Allah dengan rela dan keyakinan, maka laksana- kanlah, dan jika tidak dapat, maka bersabarlah. Maka sesungguhnya sabar menghadapi kesukaran itu suatu keuntungan yang besar.

Umar bin Khoththob ra. berkata kepada seorang yang dinasehati- nya : Jika engkau sabar, maka hukum Allah tetap berjalan dan engkau mendapat pahala, dan apabila engkau tidak sabar tetap berlaku ketentuan Allah sedang engkau berdosa.

Hikam Ibnu 'Atoillah

242. عَلِمَ أَنَّكَ لاَ تَقْبَلُ النُّصْحَ الْمُجَرَّدَ، فَذَوَّقَكَ مِنْ ذَوَاقِهَا مَا يُسَهِّلُ عَلَيْكَ وُجُودَ فِرَاقِهَا.

Allah telah mengetahui bahwa engkau tidak dapat menerima nasehat yang hanya berupa teori (kata-kata), karena itu Allah merasakan kepadamu rasa pahitnya, untuk memudahkan bagimu cara meninggalkannya. Sebab manusia bila menderita ujian-ujian Allah yang berupa bala', maka ia tidak senang dunia, lalu ingin mati, ingin berpisah dari dunia yang fana ini. Bala' yang biasa diujikan Allah ialah kemiskinan, penyakit, kelaparan, ketakutan, kehilangan harta, kematian dan lain-lainnya yang menimbulkan kecemasan manusia dan tiada ketenangan hidup.

Disalin